Teori tentang Kemungkinan Proses Persalinan

http://www.ilmukesehatan.comBeberapa teori yang menyatakan kemungkinan proses persalinan:

1. Teori keterangan.

  • Otot rahim mempunyai kemampuan meregang dalam batas tertentu.
  • Setelah melewati batas tersebut terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat mulai.
  • Contohnya, pada hamil gandda sering terjadi kontraksi setelah keregangan tertentu, sehingga menimbulkan proses persalinan.

2. Teori penurunan progeesteron.

  • Proses penuaan plasenta terjadi mulai umur hamil 28 minggu, dimana terjadi penimbunan jaringan ikat, pembuluh darha mengalami penyempitan dan buntu.
  • Produksi progesteron mengalami penurunan, sehingga otot rahim lebih sensitif terhadap oksitosin.
  • Akibatnya otot rahim mulai berkontraksi setelah tercapai tingkat penurunan progesteron tertentu.

3. Teori oksitosin internal.

  • Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis parst posterior.
  • Perubahan keseimbangan estrogen dan progesteron dapat mengubah sensitivitas otot rahim, sehingga sering terjadi kontraksi Braxton Hicks.
  • Menurunkan konsentrasi progesteron akibat tuanya kehamilan maka oksitosin dapat meningkatkan aktivitas, sehingga persalinan dapat mulai.

4. Teori prostaglandin.

  • Konsentrasi prostaglandin meningkat sehak umur hamil 15 minggu, yang dikeluarkan oleh desidua.
  • Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulakan kontraksi otot rahim sehingga hasil konsepsi dikeluarkan.
  • Prostaglandin dianggap dapat merupakan pemicu terjadinya persalinan.

5. Teori hipotalamus-pituitari dan glandula suprarenalis.

  • Teori ini menunjukkn pada kehamilan dengan anensefalus sering terjadi kelambatan persalinan karena tidak terbentuk hipotalamas teori ini di kemukakan  oleh linggin 1973.
  • Malpar pada tahun 1933 mengangkat otak kelinci percobaan, hasilnya kehamilan kelinci berlangsung lebih lama.
  • Pemberian kortikosteroid yang dapat menyebabkan maturitas janin, induksi  (mulainya) persalinan.
  • Dari percobaan tersebut disimpulkan ada hubungan antara hipothalamuspituitari dengan mulainya persalinan.
  • Glandula suprarenal merupakan pemicu terjadinya persalinan.

Bagaimana terjadinya persalinan masih tetap belum dapat dipastikan, besar kemungkinan semua faktor bekerja bersama sama, sehingga pemicu persalinan menjadi multifaktor.


Berikan Komentar Anda: