Efek Samping Akupuntur, Ada atau Tidak?

Efek Samping Akupuntur, Ada atau Tidak?Efek samping akupuntur atau tusuk jarum, apakah ada? Pengobatan dengan tusuk jarum atau akupuntur telah dikenal sejak ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu. Pengobatan ini mulai berkembang di negara Cina yang seiring dengan berjalannya waktu, mulai dikenal dan merambah negara lain. Di Indonesia sendiri, istilah akupuntur sudah sangat dikenal.

Banyak yang percaya bahwa dengan terapi ini banyak penyakit yang bahkan tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan medis dapat diatasi. Namun, manfaat akupuntur juga bukan hanya digunakan untuk penyembuhan namun juga diterapkan untuk kecantikan dan kesehatan. Banyak yang bertanya-tanya tentang mengenai efek samping dari terapi pengobatan ini. Apabila ada, apa saja itu?
Efek Positif Akupuntur

Secara umum, akupuntur atau tusuk jarum dipercaya sangat berkhasiat bagi kesehatan atau penyembuhan penyakit. Metode yang digunakan adalah dengan menusukkan jarum-jarum halus pada titik-titik tertentu di permukaan tubuh. Dengan metode ini, pasien akan mendapatkan beberapa efek samping akupuntur yang positif, sebagai contoh;

1. Rasa nyeri berkurang
2. Daya tahan tubuh meningkat
3. Produksi hormon dapat dikendalikan
4. Kulit dan selaput lendir menjadi peka
5. Sirkulasi darah meningkat
6. Otot yang kaku dapat terelaksasi sempurna

Terapi akupuntur atau tusuk jarum secara umum dibagi menjadi dua kategori, yakni;

1. Akupuntur medis yang digunakan untuk mengobati penyakit umum seperti gangguan pencernaan, rematik, arthritis, gangguan hormonal, migrain, insomnia, keseleo, salah urat, sakit pinggang, stroke, asam urat, liver, stroke, gangguan seksualitas dan lain-lain.

2. Akupuntur kecantikan atau kosmetik yang dikhususkan untuk menaikkan atau menurunkan berat badan, menghilangkan jerawat dan flek hitam, mengurangi kerutan di wajah, mengobati kebotakan atau kerontokan rambut dan sebagainya.

Efek Negatif Akupuntur
Pada umumya, terapi akupuntur atau tusuk jarum tidak memiliki efek samping yang berbahaya. Pada saat jarum ditusukkan ke kulit, rasa nyeri yang ditimbulkan tidak terlalu mengganggu. Rasa nyeri, ngilu atau pegal yang ditimbulkan dikatakan sebagai tanda terangsangnya sistem syaraf pasien. Kecil sekali kemungkinan adanya pendarahan, terkecuali bagi mereka yang memang mengalami kelainan pada hemoglobin darah.

Bahaya infeksi yang kemungkinan timbul, dapat diminimalisir dengan penggunaan jarum sekali pakai. Beberapa penelitian juga tidak menemukan adanya bahaya yang dapat timbul berkenaan dengan penggunaan jarum atau terapi ini. Setidaknya, fakta ini menunjukkan bahwa efek samping akupuntur yang berbahaya, yang selama ini dpertanyakan, tidak terbukti.


One Comment

  1. Pingback: Efek Samping Akupunktur | Carina Pratiwi

Berikan Komentar Anda: