bahan kimia yang di pakai dalam proses pembuatan rinso

Tumor Pada Jalan Lahir

Tumor Pada Jalan Lahir

Tumor jalan lahir dapat mengahalangi proses persalinan dengan jalan menghalangi turunnya kepala atau bagian terendah. Tumor berasal dari ovarium yang bertangkai, mioma uteri yang bertangkai, sehingga dalam perjalanan persalinan dapat terfiksir di pelvis minor. Tumor yang berasal dari vagina sebagian besar dalam bentuk kista, sehingga tidak banyak mengganggu perjalanan persalinan, […]

Penyebab Kematian Ibu dan Perinatal di Negara Berkembang

Penyebab Kematian Ibu dan Perinatal di Negara Berkembang

Pre-eklampsia dan Eklampsia Disamping perdarahan dan infeksi maka pre-eklampsia serta eklampsia merupakan penyebab kematian ibu dan perinatal yang tinggi terutama dinegara berkembang. Kematian karena eklampsia meningkat dengan tajam dibandingkan pada tingkat pre eklampsia berat. Oleh karena itu, menegakkan diagnosis dini pre-eklampsia dan mencegah agar jangan berlanjut menjadi eklampsia merupakan tujuan […]

Cara Menentukan Lemak di Dalam Makanan

Cara Menentukan Lemak di Dalam Makanan

Penentuan lemak dalam makanan Lemak dalam bahan makanan ditentukan dengan metode ekstraksi beruntun didalam alat soxhlet, mempergunakan ekstraktans pelarut lemak, seperti petroleum benzene atau ether. Bahan makanan yang akan ditentukan kadar lemaknya, dipotong-potong setelah dipisahkan dari bagian yang tidak dimakan seperti kulit dan lainnya. Bahan makanan kemudian dihaluskan atau dipotong […]

Penyakit Pada Plasenta

Penyakit Pada Plasenta

Plasenta adalah akarnya janin untuk dapat melakukan pertukaran nutrisi melalui perdarahan darah retroplasenter. Setiap gangguan yang terjadi dalam plasenta akan memberikan dampak yang serius terhadap tumbuh kembangnya janin. Plasenta normal mempunyai berat rata-rata 1/6 dari berat janin dengan diameter 15 sampai 20 cm sedangkan tebalnya 2,5 sampai 3 cm. Ukuran […]

Defenisi Vitamin

Defenisi Vitamin

Sekitar akhir abad XIX, ketika mulai dipergunakan bahan pakan murni dalam percobaan-percobaan binatang, disangka bahwa susunan makanan sudah cukup kalau terdiri atas karbohidrat, lemak, protein dan mineral. Ternyata bahwa dengan susunan makanan demikian, binatang percobaan tidak menunjukkan kesehatan dan pertumbuhan badan yang memuaskan. Didalam susunan makanan diatas, masih diperlukan zat […]

Proses Sintesa Protein di Dalam Tubuh

Proses Sintesa Protein di Dalam Tubuh

Sintesa protein Aparat atau sintesa protein tubuh sangat kompleks, menyangkut factor yang diturunkan (factor keturunan-gene). Kegiatan dimulai dengan DNA (de-oksi ribonucleid acid) yang terdapat didalam khromosoma didalam inti sel. DNA melakukan duplikasi dan menghasilkan RNA (ribonucleid acid) yang membawa kode bagi pembentukan suatu jenis protein tertentu. Kode ini dibawa oleh […]

Lemak Penting di Dalam Makanan

Lemak Penting di Dalam Makanan

Lemak adalah sekelompok ikatan organic yang terdiri atas unsure-unsur carbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O), yang mempunyai sifat dapat larut dalam zat-zat pelarut tertentu (zat pelarut lemak), seperti petroleum benzene, ether. Lemak yang mempunyai titik lebur tinggi bersifat padat pada suhu kamar, sedangkan yang mempunyai titik lebur rendah, bersifat […]

Sumber Lemak di Dalam Makanan

Sumber Lemak di Dalam Makanan

Sumber lemak Menurut sumbernya kita membedakan lemak nabati dan lemak hewani. Lemak nabati berasal dari bahan makanan tumbuh-tumbuhan, sedangkan lemak hewani berasal dari binatang, termasuk ikan, telur dan susu. Kedua jenis lemak ini berbeda dalam jenis asam lemak yang menyusunnya. Lemak nabati mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh, yang […]

Penyebab Ketuban Pecah Dini

Penyebab Ketuban Pecah Dini

Ketuban pecah dini (KPD) Ketuban pecah dini merupakan penyebab terbesar persalinan premature dengan berbagai akibatnya. Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum terdapat tanda persalinan, dan ditunggu satu jam belum dimulainya tanda persalinan. Waktu sejak pecah ketuban sampai terjadi konstruksi rahim disebut “kejadian ketuban pecah dini” (Periode Laten). Kejadian ketuban […]

Metabolisme Pencernaan Lemak

Metabolisme Pencernaan Lemak

Pencernaan lemak Lemak didalam bahan makanan tidak mengalami pencernaan didalam rongga mulut, karena tidak ada enzim yang dapat memecahnya. Dalam gaster ada enzim lipase, tetapi pengaruhnya terhadap pemecahan lemak dapat diabaikan, karena rendah sekali, pH didalam gaster tidak cocok untuk aktivitas lipase tersebut. Didalam duodenum lemak dipecah oleh enzim lipase […]

Proses Pencernaan Karbohidrat

Proses Pencernaan Karbohidrat

Bolus yang merupakan gumpalan padat sekarang menjadi lebih cair dan disebut chymus. Didalam duodenum chymus dicampur dengan sekresi pancreas dan sekresi dinding duodenum; keduanya mengandung enzim untuk memecah karbohidrat lebih lanjut. Cairan empedu yang dihasilkan oleh sel-sel hati tidak mengandung enzim, termasuk enzim untuk memecah karbohidrat. Sekresi pancreas mengandung enzim […]

Mengenal Ekskresi Protein

Mengenal Ekskresi Protein

Pada umumnya orang sehat tidak mengekskresikan protein, melainkan sebagai metabolitnya atau sisa metabolisme (metabolic waste product). Selain CO2 dan H2O sebagai hasil sisa metabolisme protein, terjadi pula berbagai ilkatan organic yang mengandung nitrogen seperti urea dan ikatan lain yang tidak mengandung nitrogen. Nitrogen yang dilepaskan pada proses deaminasi masuk kedalam […]

Pencernaan Karbohidrat

Pencernaan Karbohidrat

Amylum didalam rongga mulut sudah mulai mengalami pencernaan oleh enzim ptyalin yang terdapat di dalam air liur (saliva). Ptyalin melepaskan satuan-satuan maltosa. Karena amylum tidak mempunyai rasa (tawar), sedangkan maltose berasa manis, maka tepung yang dikunyah lama, lambat laun terasa menjadi semakin manis. Itulah salah satu sebab mengapa anak-anak suka […]

Pencernaan dan Penyerapan Zat Gizi

Pencernaan dan Penyerapan Zat Gizi

Penyerapan zat-zat gizi sangat efisien, karena struktur mukosa dinding usus sangat sesuai dengan untuk tugas tersebut. Permukaan mukosa usus mempunyai lipatan-lipatan jaringan kearah lumen, yang disebut crystae dan lekukan-lekukan kearah jaringan, disebut cryptae lieberkuhni. Lipatan-lipatan ini mempunyai tonjolan-tonjolan mukosa yang disebut villi (bentuk singular: villus) yang permukaannya tertutup oleh selapis […]

Patofisiologi Keguguran

Patofisiologi Keguguran

Patofisiologi terjadinya keguguran mulai dari terlepasnya sebagian atau seluruh jaringan plasenta, yang menyebabkan perdarahan sehingga janin kekurangan nutrisi dan O2. Bagian yang terlepas dianggap benda asing, sehingga rahim berusaha untuk mengeluarkan dengan kontraksi. Pengeluran tersebut dapat terjadi spontan seluruhnya atau sebagian masih tertinggal, yang menyebabkan berbagai penyulit. Oleh karena itu, […]

Faktor Penting dalam Proses Persalinan

Faktor Penting dalam Proses Persalinan

Faktor-faktor penting dalam persalinan adalah 1.  Power. His (kontraksi otot rahim). Kontraksi otot dingin perut. Kontraksi diafragma pelvis atau kekuatan mengejan. Ketegangan dan kontraksi ligamentum retundum. 2.  Pasanger. Janin dan plasenta. 3. Passage. Jalan lahir lunak dan jalan lahir tulang. Dalam persalinan masih terdapat subfaktor yang mempengaruhi jalannya persalinan sehingga […]

Cara Perawatan Bayi Baru Lahir

Cara Perawatan Bayi Baru Lahir

Perawatan Neonatus Perkembangan ilmu kebidanan modern telah mencanangkan pengawasan antenatal sehingga tumbuh kembang janin dalam rahim mencapai optimal. Perawatan modern mengharapkan kelahiran well born baby dengan trauma minimal primum no nocere dengan persalinan dalam bentuk spontan belakang kepala, outlet vakum atau forsep, dan seksio sesarea. Pertolongan persalinan yang heroik, dengan […]

Melakukan Pengawasan Akhir Kala Nifas

Melakukan Pengawasan Akhir Kala Nifas

Setelah persalinan wanita akan mengalami masa puerperium, untuk dapat mengembalikan alat genetalia interna ke dalam keadaan normal. Dengan tenggang waktu sekitar 42 hari atau enam minggu atau satu bulan tujuh hari. Proses involusi uterus dibantu dengan kesediaan ibu untuk memberikan ASI. Pada waktu bayi mengisap ASI terjadi rangsangan ke hipofisis […]

Involusi Uterus pada Puerperium atau Nifas

Involusi Uterus pada Puerperium atau Nifas

Puerperium (Nifas) Kala puerperium berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari, merupakan waktu yang diperlukan untuk  pulihnya alat kandungan pada keadaan yang normal. Dijumpai dua kejadian penting pada puerperium, yaitu involusi uterus dan proses laktasi. Involusi Uterus Setelah bayi dilahirkan, uterus yang selam persalinan mengalami kontraksi dan retraksi akan menjadi […]

Teori tentang Kemungkinan Proses Persalinan

Teori tentang Kemungkinan Proses Persalinan

Beberapa teori yang menyatakan kemungkinan proses persalinan: 1. Teori keterangan. Otot rahim mempunyai kemampuan meregang dalam batas tertentu. Setelah melewati batas tersebut terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat mulai. Contohnya, pada hamil gandda sering terjadi kontraksi setelah keregangan tertentu, sehingga menimbulkan proses persalinan. 2. Teori penurunan progeesteron. Proses penuaan plasenta terjadi […]