definisi sehat menurut who

Bentuk Versi Luar Pada Tindakan Operasi Persalinan

Bentuk Versi Luar Pada Tindakan Operasi Persalinan

Tindakan operasi kebidanan Bidan yang menjadi harapan pada pertolongan persalinan dengan tenaga terlatih melalui partograf WHO dipandang perlu mengetahui operasi persalinan dalam keadaan darurat. Oleh karena itu, berikut ini akan dijabarkan beberapa operasi tehnik kebidanan. Versi Luar Tindakan Versi luar pada kedudukan letak lintang dan sungsang tidak banyak dilakukan karena […]

Standarisasi Komposisi Makanan

Standarisasi Komposisi Makanan

Standarisasi komposisi makanan akan sulit ditaati bila tidak diproduksi di pabrik yang mempunyai Quality Control yang baik. Sebagian besar makanan jadi yang dijual di masyarakat dan tidak di toko-toko makanan di Indonesia, dibuat sebagai industry kecil di rumah-rumah, sehingga sulit untuk di control apakah memenuhi standar atau tidak. Meskipun demikian […]

Pertolongan Operasi Persalinan

Pertolongan Operasi Persalinan

Pertolongan operasi persalinan merupakan tindakan dengan tujuan untuk menyelamatkan ibu maupun bayi. Bahaya infeksi setelah operasi persalinan masih tetap mengancam sehingga perawatan setelah operasi memerlukan perhatian untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian. Kehamilan yang mempunyai risiko tinggi sekitar 3% sampai 4% dan selebihnya merupakan kehamilan dengan risiko rendah. Pertolongan persalinan […]

4 Golongan Kematian Janin

4 Golongan Kematian Janin

Kematian perinatal Tatalaksana kebidanan makin lama makin berkembang sehingga angka kematian Ibu dan angka kematian anak dapat diturunkan. Kematian perinatal merupakan ukuran kemampuan pelayanan kesehatan suatu Negara. Untuk dapat lebih memahami kematian di tetapkan beberapa definisi sebagai berikut: 1. Kelahiran hidup (live birth): dikeluarkan hasil konsepsi secara sempurna dari ibunya […]

Bayi Prematuritas atau Berat Badan Lahir Rendah

Bayi Prematuritas atau Berat Badan Lahir Rendah

Istilah prematuritas telah diganti dengan berat badan lahir rendah (BBLR) karena terdapat dua bentuk penyebab kelahiran bayi dengan dengan berat badan kurang dari 2.500 gr, yaitu karena umur hamil kurang dari 37 minggu, berat badan lebih rendah dari semestinya, sekalipun umur cukup, atau karena kombinasi keduanya. Pembagian kehamilan menurut WHO […]

Diagnosis dan Sikap Menghadapi Asfiksia Janin

Diagnosis dan Sikap Menghadapi Asfiksia Janin

Diagnosis asfiksia janin dalam rahim Untuk dapat menegakkan diagnosis gawat janin dapat ditetapkan dengan melakukan pemeriksaan sebagai berikut: Denyut jantung janin 1. Denyut jantung janin normal antara 120 sampai 160 kali permenit. 2. Terjadinya gawat janin menimbulkan perubahan denyut jantung janin: a. Meningkat 160 kali permenit-tingkat permulaan b. Mungkin jumlah […]

Cara Bidan Menghadapi Persalinan Kasep

Cara Bidan Menghadapi Persalinan Kasep

Bagaimana bidan dalam menghadapi persalinan lama atau persalinan kasep? Bidan didaerah pedesaan dengan polindesnya diharapkan dapat mengambil bagian terbesar pada pertolongan persalinan normal dengan mempergunakan partograf WHO. Kewaspadaan dalam pertolongan persalinan sudah dilakukan sejak semula, dengan melakukan observasi CHPB (cortonen, his, penurunan bagian terendah, dan Bandle) sehingga setiap saat keadaan […]

Cara Menangani Kelemahan HIS Dalam Persalinan

Cara Menangani Kelemahan HIS Dalam Persalinan

Bagaimana bidan menangani kelemahan his primer maupun sekunder di tengah masyarakat? Dalam menghadapi persalinan, bidan melakukan observasi yang meliputi his (H), kortonen (C), lingkaran Bandle (B), dan penurunan (P) yang sangat penting sehingga terjadinya perubahan yang dapat merugikan menjadi titik awal evaluasi untuk menetapkan sikap menyelesaikan persalinan. Dengan anjuran untuk […]

Penyakit TBC  Saat Hamil

Penyakit TBC Saat Hamil

Tuberkulosis Paru dan kehamilan Penyakit tuberculosis masih banyak dijumpai termasuk sekitar ½ % sampai 1 % wanita hamil. Penyakit yang tenang tidak akan membahayakan kelangsungan kehamilan sampai aterm dan persalinan. Penyakit yang aktif memerlukan pengobatan yang tepat dan pengawasan yang lebih efektif sehingga dapat mengurangi bahaya terhadap kehamilan dan bayi […]

Tindakan Kebidanan Pada Penderita Preeklampsia dan Eklampsia

Tindakan Kebidanan Pada Penderita Preeklampsia dan Eklampsia

Penderita pre-eklampsia berat dan eklampsia tidak tahan terhadap perdarahan dan trauma persalinan, sehingga perlu dipikirkan agar persalinan dengan trauma minimal. Pemilihan persalinan tergantung dari beberapa factor: 1. Paritas penderita 2. Umur anak terkecil 3. Umur penderita 4. Keadaan serviks: pembukaan, arah serviks, kekakuan serviks. 5. Keadaan janin intrauterine: ketuban belum […]

Cara Mencegah Preeklampsia dan Eklampsia

Cara Mencegah Preeklampsia dan Eklampsia

Pre-eklampsia dan eklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang berkelanjutan dengan penyebab yang sama. Oleh karena itu, pencegahan atau diagnosis dini dapat mengurangi kejadian dan menurunkan angka kesakitan dan kematian. Untuk dapat menegakkan diagnosis dini diperlukan pengawasan hamil yang teratur dengan memperhatikan kenaikan berat badan, kenaikan tekanan darah, dan pemeriksaan urin untuk […]

Sindrom Sturge Weber atau Ensefalotrigeminal Angiomatosis

Sindrom Sturge Weber atau Ensefalotrigeminal Angiomatosis

 Ensefalotrigeminal Angiomatosis Sindrom Sturge-Weber adalah suatu kelainan kongenital yang jarang. Manifestasinya adalah angioma vena dari leptomeningea otak, hemangioma makula dari kulit wajah yang juga disebut “portwine stain” atau “nevus flammeus” adalah gambaran yang paling mencolok dari sindrom tersebut. Suatu hemangioma wajah berbatas jelas, rata atau sedikit menimbul dan beerwarna merah […]

Penatalaksanaan dan Sikap Bidan Menghadapi Ketuban Pecah Dini

Penatalaksanaan dan Sikap Bidan Menghadapi Ketuban Pecah Dini

Penatalaksanaan Ketuban Pecah Dini Ketuban pecah dini merupakan sumber persalinan prematuritas, infeksi dalam rahim terhadap ibu maupun janin yang cukup besar dan potensial. Oleh karena itu, tatalaksana ketuban pecah dini memerlukan tindakan yang rinci sehingga dapat menurunkan kejadian persalinan prematuritas dan infeksi dalam rahim. Memberikan profilaksis antibiotika dan membatasi pemeriksaan […]

Sumber Lemak di Dalam Makanan

Sumber Lemak di Dalam Makanan

Sumber lemak Menurut sumbernya kita membedakan lemak nabati dan lemak hewani. Lemak nabati berasal dari bahan makanan tumbuh-tumbuhan, sedangkan lemak hewani berasal dari binatang, termasuk ikan, telur dan susu. Kedua jenis lemak ini berbeda dalam jenis asam lemak yang menyusunnya. Lemak nabati mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh, yang […]

Lemak Penting di Dalam Makanan

Lemak Penting di Dalam Makanan

Lemak adalah sekelompok ikatan organic yang terdiri atas unsure-unsur carbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O), yang mempunyai sifat dapat larut dalam zat-zat pelarut tertentu (zat pelarut lemak), seperti petroleum benzene, ether. Lemak yang mempunyai titik lebur tinggi bersifat padat pada suhu kamar, sedangkan yang mempunyai titik lebur rendah, bersifat […]

Proses Sintesa Protein di Dalam Tubuh

Proses Sintesa Protein di Dalam Tubuh

Sintesa protein Aparat atau sintesa protein tubuh sangat kompleks, menyangkut factor yang diturunkan (factor keturunan-gene). Kegiatan dimulai dengan DNA (de-oksi ribonucleid acid) yang terdapat didalam khromosoma didalam inti sel. DNA melakukan duplikasi dan menghasilkan RNA (ribonucleid acid) yang membawa kode bagi pembentukan suatu jenis protein tertentu. Kode ini dibawa oleh […]

Mengenal Ekskresi Protein

Mengenal Ekskresi Protein

Pada umumnya orang sehat tidak mengekskresikan protein, melainkan sebagai metabolitnya atau sisa metabolisme (metabolic waste product). Selain CO2 dan H2O sebagai hasil sisa metabolisme protein, terjadi pula berbagai ilkatan organic yang mengandung nitrogen seperti urea dan ikatan lain yang tidak mengandung nitrogen. Nitrogen yang dilepaskan pada proses deaminasi masuk kedalam […]

Penderita Penyakit Obesitas

Penderita Penyakit Obesitas

Kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara konsumsi kalori dan kebutuhan energy, dimana konsumsi terlalu berlebih dibandingkan dengan kebutuhan atau pemakain energy (energy expenditure). Kelebihan energy didalam tubuh disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Pada keadaan normal, jaringan lemak ditimbun dibeberapa tempat tertentu, diantaranya didalam jaringan  subkutan dan di dalam jaringan tirai […]

Melakukan Pengawasan Akhir Kala Nifas

Melakukan Pengawasan Akhir Kala Nifas

Setelah persalinan wanita akan mengalami masa puerperium, untuk dapat mengembalikan alat genetalia interna ke dalam keadaan normal. Dengan tenggang waktu sekitar 42 hari atau enam minggu atau satu bulan tujuh hari. Proses involusi uterus dibantu dengan kesediaan ibu untuk memberikan ASI. Pada waktu bayi mengisap ASI terjadi rangsangan ke hipofisis […]

Cara Perawatan Masa Puerperium

Cara Perawatan Masa Puerperium

Di masa lampau perawatan peurperium sangat konservatif, di mana puerpera diharuskan tidur terlentang selama 40 hari.  Dampak sikap demikian pernah dijumpai di surabaya, terjadi adhesi antara labium minus dan labium mayus kanan dan kiri, dan telah berlangsung hampir enam tahun. Kini perawatan puerperium lebih aktif dengan dianjurkan untuk melakukan “mobilisasi […]