faktor yang mempengaruhi perdarahan postpartum

Kesulitan Yang di Hadapi Dalam Persalinan Anjuran

Kesulitan Yang di Hadapi Dalam Persalinan Anjuran

Dalam melakukan persalinan anjuran dapat terjadi penyulit yang membahayakan ibu maupun janin, sebagai berikut: 1. Penyulit ibu (maternal) a. Kontraksi otot rahim yang berlebihan, sehingga dapat menimbulkan rupture uteri membakat. b. Kontraksi otot rahim yang berlebihan mengganggu sirkulasi darah sehingga menimbulkan asfiksia janin. c. Kelebihan cairan yang diberikan dapat menimbulkan: […]

Faktor Penting dalam Proses Persalinan

Faktor Penting dalam Proses Persalinan

Faktor-faktor penting dalam persalinan adalah 1.  Power. His (kontraksi otot rahim). Kontraksi otot dingin perut. Kontraksi diafragma pelvis atau kekuatan mengejan. Ketegangan dan kontraksi ligamentum retundum. 2.  Pasanger. Janin dan plasenta. 3. Passage. Jalan lahir lunak dan jalan lahir tulang. Dalam persalinan masih terdapat subfaktor yang mempengaruhi jalannya persalinan sehingga […]

Faktor Yang Juga Mempengaruhi Sistem Imun

Faktor Yang Juga Mempengaruhi Sistem Imun

Psikoneuro Imunologik Bukti dari hasil observasi klinik dan berbagai penelitian pada manusia dan hewan menunjukkan bahwa respons imun secara parsial diatur dan dimodulasi oleh pengaruh neuroen-doktrin. Limfosit dan makrofag memiliki reseptor yang dapat bereaksi terhadap neurotransmitter serta hormon-hormon endoktrin. Limfosit dapat memproduksi dan mensekresikan ACTH serta senyawa-senyawa yang mirip endorphin. […]

Usia Mempengaruhi Fungsi Sistem Imun

Usia Mempengaruhi Fungsi Sistem Imun

Faktor yang Mempengaruhi Fungsi System Imun Seperti halnya system tubuh yang lain, system imun akan berfungsi pada taraf yang dikehendaki menurut fungsi system tubuh yang lain dan factor-faktor yang ada hubungannya seperti usia dan sebagainya. Usia Orang-orang yang berada pada kedua ujung rentang usia lebih besar kemungkinannya untuk menghadapi masalah […]

Faktor yang Menentukan Peredaran Darah Janin

Faktor yang Menentukan Peredaran Darah Janin

Peredaran darah janin System peredaran darah janin berbeda dengan system peredaran darah orang dewasa karena paru-paru janin belum berkembang sehingga O2 diambil melalui perantaraan plasenta. Oleh karena itu, system peredaran darah janin ditentukan oleh factor-faktor sebagai berikut: Foremen ovale antara kedua atrium Duktus arteriosus Bothalli antara arteri pulmonalis dengan aorta. […]

Masa Puerperium dan Perubahan Patrum yang Abnormal

Masa Puerperium dan Perubahan Patrum yang Abnormal

Segera setelah persalinan dapat terjadi peningkatan suhu badan, tetapi tidak lebih dari 38o C berturut-turut selama dua hari, kemungkinan terjadi infeksi. Uterus yang telah menyelesaikan tugasnya, akan menjadi keras karena kontraksinya, sehingga terdapat penutupan pembuluh darah. Kontraksi uterus yang diikuti his pengiring menimbulkan rasa nyeri disebut “nyeri ikutan” (after pain) […]

Faktor Penyebab Perubahan Sirkulasi Darah Pada Saat Hamil

Faktor Penyebab Perubahan Sirkulasi Darah Pada Saat Hamil

Peredaran darah ibu di pengaruhi beberapa factor, antara lain: Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat memenuhi kebutuhan perkembangangan dan pertumbuhan janin dalam rahim Terjadi hubungan langsung antara arteri dan vena pada sirkulasi retro-plasenter Pengaruh hormone estrogen dan progesterone makin meningkat. Akibat dari factor tersebut dijumpai beberapa perubahan peredaran darah. a. […]

Faktor yang Mengubah Peredaran Darah Janin Setelah Kelahiran

Faktor yang Mengubah Peredaran Darah Janin Setelah Kelahiran

Peredaran darah janin berlangsung selama kehidupan intrauterine, dimana plasenta memegang peranan yang sangat penting. Kegagalan fungsi plasenta dapat menimbulkan berbagai penyulit dalam pertumbuhan dan perkembangan janin. Bagaimana perubahan peredaran darah janin setelah kelahiran? Factor penting yang mengubah peredaran darah janin setelah kelahiran? Factor penting yang mengubah peredaran darah janin menuju […]

Penanganan Keguguran Membakat dan Keguguran Tak Lengkap

Penanganan Keguguran Membakat dan Keguguran Tak Lengkap

Keguguran membakat (abortus insipen) Keguguran membakat ini tidak dapat dihentikan, karena setiap saat dapat terjadi ancaman perdarahan dan pengeluaran hasil konsepsi. Keguguran membakat ditandai dengan: a. Perdarahan lebih banyak b. Perut mules (sakit) lebih hebat c. Pada pemeriksaan dijumpai perdarahan lebih banyak, kanalis servikalis terbuka dan jaringan/hasil konsepsi dapat diraba. […]

Penanganan Penyulit Keguguran Lengkap

Penanganan Penyulit Keguguran Lengkap

Keguguran lengkap (abortus kompletus) Keguguran lengkap (abortus kompletus) berarti seluruh hasil konsepsi telah dikeluarkan, sehingga tidak memerlukan tindakan. Gambaran klinisnya adalah uterus telah mengecil, perdarahan sedikit, dan kanalis servikalis telah tertutup. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang keguguran lengkap, bidan dapat berkonsultasi dengan dokter, sehingga tidak merugikan penderita. Keguguran disertai […]

Penanganan Abortus Imminen

Penanganan Abortus Imminen

Keguguran mengancam (abortus imminen) ditegakkan dengan jalan: Terdapat keterlambatan datang bulan. Terdapat perdarahan, disertai perut sakit (mules) Pada pemeriksaan dijumpai besarnya rahim sama dengan umur hamil dan terjadi kontraksi otot rahim Hasil pemeriksaan dalam terdapat perdarahan dari kanalis servikalis, kanalis servikalis masih tertutup, dapat dirasakan kontraksi otot rahim Hasil pemeriksaan […]

Mengapa Jender dan Nutrisi Mempengaruhi Sistem Imun

Mengapa Jender dan Nutrisi Mempengaruhi Sistem Imun

Jender Kemampuan hormon-hormon seks untuk memodulasi imunitas telah diketahui dengan baik.ada bukti yang menunjukkan bahwa estrogen memodulasi aktifitas limfosit T (khususnya sel-sel supresor) sementara androgen berfungsi untuk mempertahankan produksi interleukin-2 (IL-2) dan aktifitas sel supresor.  Efek hormon seks pada sel-sel B tidak begitu menonjol. Estrogen akan mengaktifkan populasi sel B […]

Memeriksa Plasenta dan Selaputnya setelah Persalinan

Memeriksa Plasenta dan Selaputnya setelah Persalinan

Setelah plasenta lahir bersama selaputnya maka selanjutnya dilakukan pemeriksaan yang cermat terhadap: 1. Kotiledon yang berjumlah 20 buah. 2. Permukaan plasenta janin. 3. Kemungkinan terdapat plasenta suksenturiata. Tertinggalnya sebagian jaringan plasenta dapat menyebabkan: 1. Perdarahan puerperium yang berkepanjangan. 2. Bahaya infeksi. 3. Terjadi polip plasenta. 4. Degenerasi ganas menjadi koriokarsinoma. […]

Keguguran dan Penyebab Keguguran

Keguguran dan Penyebab Keguguran

A. Keguguran Berdasarkan pelaksanaanya Berdasarkan pelaku gugur kandung, dapat dibagi atau dikelompokkan: 1. Keguguran buatan terapeutik Dilakukan tenaga medis secara legeartis berdasarkan indikasi medis 2. Keguguran buatan ilegal Dilakukan tanpa dasar hukum atau melawan hokum B. Berdasarkan gambaran klinisnya gugur kandung dibagi menjadi: 1. Keguguran lengkap (abortus kompletus) Semua hasil […]

Dasar Diagnosis Untuk Dugaan Keguguran

Dasar Diagnosis Untuk Dugaan Keguguran

Keguguran atau abortus yang dibahas adalah yang terjadi spontan dan bukan keguguran buatan. Dugaan keguguran diperlukan beberapa criteria sebagai berikut: Terdapat keterlambatan datang bulan Terjadi perdarahan Disertai sakit perut Dapat diikuti oleh pengeluaran hasil konsepsi Pemeriksaan hasil tes hamil dapat masih positif atau sudah negative. Hasil pemeriksaan fisik terhadap penderita […]

Patofisiologi Keguguran

Patofisiologi Keguguran

Patofisiologi terjadinya keguguran mulai dari terlepasnya sebagian atau seluruh jaringan plasenta, yang menyebabkan perdarahan sehingga janin kekurangan nutrisi dan O2. Bagian yang terlepas dianggap benda asing, sehingga rahim berusaha untuk mengeluarkan dengan kontraksi. Pengeluran tersebut dapat terjadi spontan seluruhnya atau sebagian masih tertinggal, yang menyebabkan berbagai penyulit. Oleh karena itu, […]

Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Esofagus

Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Esofagus

DEFINISI Kanker Esofagus terjadi ketika sel-sel kanker berkembang dalam kerongkongan, struktur seperti tabung yang berjalan dari tenggorokan ke perut Anda. Makanan pergi dari mulut ke lambung melalui kerongkongan. Kanker dimulai pada lapisan bagian dalam dari esofagus dan dapat menyebar ke seluruh lapisan lain dari kerongkongan dan ke bagian lain dari […]

Involusi Uterus pada Puerperium atau Nifas

Involusi Uterus pada Puerperium atau Nifas

Puerperium (Nifas) Kala puerperium berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari, merupakan waktu yang diperlukan untuk  pulihnya alat kandungan pada keadaan yang normal. Dijumpai dua kejadian penting pada puerperium, yaitu involusi uterus dan proses laktasi. Involusi Uterus Setelah bayi dilahirkan, uterus yang selam persalinan mengalami kontraksi dan retraksi akan menjadi […]

Fungsi Pengeluaran Oksitosin dan Ciri Khas Kontraksi Rahim

Fungsi Pengeluaran Oksitosin dan Ciri Khas Kontraksi Rahim

Kekutan his kala kedua (pengusiran). Kekuatan his pada akhir kala pertama atau permulaan kala kedua mempunyai  ampiltudo 60 mm Hg. Interval 3 sampai 4 menit, dan durasi berkisar 60 samapi 90 detik. Kekuatan his dan mengejan mendorong janin ke arah bawah, dan menimbulkan  keregangan yang bersifat pasif. Kekuatan his menimbulkan […]

Melakukan Pengawasan Akhir Kala Nifas

Melakukan Pengawasan Akhir Kala Nifas

Setelah persalinan wanita akan mengalami masa puerperium, untuk dapat mengembalikan alat genetalia interna ke dalam keadaan normal. Dengan tenggang waktu sekitar 42 hari atau enam minggu atau satu bulan tujuh hari. Proses involusi uterus dibantu dengan kesediaan ibu untuk memberikan ASI. Pada waktu bayi mengisap ASI terjadi rangsangan ke hipofisis […]