penyebab terjadinya bendungan asi

Pertimbangan Dalam Memecahkan Ketuban

Pertimbangan Dalam Memecahkan Ketuban

Untuk memecahkan ketuban diperlukan beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1. Kapan waktu yang tepat memecahkan ketuban. a. Memecahkan ketuban menjelang pembukaan lengkap Mendorong terjadinya refleks mengejan, sehingga persalinan dapat dipercepat Memperkecil bahaya infeksi Mengurangi kemungkinan prolapsus funikuli atau bagian kecil lainnya. Cepat dapat mengambil tindakan menyelesaikan persalinan. Saat tepat memecahkan ketuban […]

Tahapan Operasi Versi Luar dan Memecahkan Ketuban

Tahapan Operasi Versi Luar dan Memecahkan Ketuban

Tindakan versi luar mempunyai tahap sebagai berikut: 1. Eksentrasi: mengeluarkan bagian terendah dari pelvis 2. Mobilisasi: mengarahkan bokong kearah punggung anak dan menekan kepala kearah badan sehingga janin tetap dalam posisi fleksi. 3. Rotasi: memutar janin dalam rahim kearah sudut putaran terkecil. Setiap putaran 450 dilakukan observasi selama 5 sampai […]

Komplikasi Operasi Kebidanan Pada Ibu

Komplikasi Operasi Kebidanan Pada Ibu

Komplikasi operasi kebidanan dapat dirinci: Komplikasi pada ibu Terjadi “trias komplikasi” ibu, yaitu perdarahan, infeksi, dan trauma jalan lahir. 1. Perdarahan Perdarahan merupakan komplikasi yang paling gawat, memerlukan transfuse darah dan merupakan penyebab kematian ibu yang paling utama. Penyebab perdarahan pada tindakan operasi adalah: a. Atonia uteri: sumber perdarahan berasal […]

Penyulit Bayi Prematuritas dan Upaya Mencegah Persalinan Prematuritas

Penyulit Bayi Prematuritas dan Upaya Mencegah Persalinan Prematuritas

Penyulit dengan berat badan Lahir rendah (BBLR) tergantung dari beberapa factor sebagai berikut: 1. Umur hamil saat persalinan Makin muda kehamilan makin sulit beradaptasi dengan keadaan luar rahim sehingga terjadi komplikasi yang makin besar. 2. Asfiksia /iskemia otak Dapat terjadi nekrosis dan perdarahan. 3. Gangguan metabolisme Menimbulkan asidosis, hipoglisemia, dan […]

Perawatan dan Pengawasan Bayi Prematuritas

Perawatan dan Pengawasan Bayi Prematuritas

1. Pengaturan suhu badan bayi prematuritas/BBLR Bayi prematuritas dengan cepat akan kehilangan panas badan dan menjadi hipotermia, karena pusat pengaturan panas badan belum berfungsi dengan baik, metabolismenya rendah, dan permukaan badan relative luas. Oleh karena itu, bayi prematuritas harus dirawat di dalam incubator sehingga panas badannya mendekati dalam rahim. Bila […]

Penyebab Persalinan Premature

Penyebab Persalinan Premature

Factor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya persalinan preterm (premature) atau berat badan lahir rendah adalah: 1. Factor ibu a. Gizi saat hamil yang kurang b. Umur kurang dari 20 tahun atau diatas 35 tahun c. Jarak hamil dan bersalin terlalu dekat d. Penyakit menahun ibu: Hipertensi, jantung, gangguan pembuluh darah (perokok) […]

Bayi Prematuritas atau Berat Badan Lahir Rendah

Bayi Prematuritas atau Berat Badan Lahir Rendah

Istilah prematuritas telah diganti dengan berat badan lahir rendah (BBLR) karena terdapat dua bentuk penyebab kelahiran bayi dengan dengan berat badan kurang dari 2.500 gr, yaitu karena umur hamil kurang dari 37 minggu, berat badan lebih rendah dari semestinya, sekalipun umur cukup, atau karena kombinasi keduanya. Pembagian kehamilan menurut WHO […]

Ikterus Neonatorum Pada Bayi Baru Lahir

Ikterus Neonatorum Pada Bayi Baru Lahir

Ikterus atau warna kuning sering dijumpai pada bayi baru lahir dalam batas normal pada hari kedua sampai hari ketiga dan menghilang pada hari kesepuluh. Oleh karena itu, bayi menjelang pulang dan terjadi ikterus harus mendapat perhatian karena mungkin sifatnya patologis. Ikterus disebabkan hemolisis darah janin dan selanjutnya diganti menjadi darah […]

Penyakit Diare Pada Bayi

Penyakit Diare Pada Bayi

Diare merupakan penyakit yang ditakuti masyarakat karena dengan cepat dapat menimbulkan keadaan gawat dan diikuti kematian yang tinggi. Bayi yang baru lahir sudah disiapkan untuk dapat langsung minum kolostrum yang banyak mengandung protein, kasein, kalsium, sehingga dapat beradaptasi dengan ASI. Pengeluaran ASI telah disiapkan karena ASI saat jam dan hari […]

Mastitis dan Abses Mamae

Mastitis dan Abses Mamae

Terjadi bendungan ASI merupakan permulaan dari kemungkinan infeksi mamae. Bakteri yang sering menyebabkan infeksi mamae adalah stafilokokus aureus yang masuk melalui luka putting susu. Infeksi menimbulkan demam, nyeri local pada mamae, terjadi pemadatan mamae, dan terjadi perubahan warna kulit mamae. Penderita dengan mastitis perlu mendapatkan pengobatan yang baik dengan antibiotika […]

Penyebab Kelainan Kongenital

Penyebab Kelainan Kongenital

Kelainan Kongenital Kelainan congenital merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pembuahan. Kelainan congenital merupakan penyebab terjadinya keguguran lahir mati atau kematian setelah persalinan pada minggu pertama. Kelainan congenital dapat mencapai kehidupan yang lebih besar, karena itu pada setiap kehamilan perlu melakukan pemeriksaan antenatal untuk dapat mengetahui kemungkinan kelainan […]

Bendungan ASI Merupakan Keadaan Abnormal Pada Payudara

Bendungan ASI Merupakan Keadaan Abnormal Pada Payudara

Payudara telah dipersiapkan sejak mulai terlambat dating bulan sehingga pada waktunya dapat memberikan ASI dengan sempurna. Untuk dapat melancarkan pengeluaran ASI dilakukan persiapan sejak awal hamil dengan melakukan masase, menghilangkan kerak pada putting susu sehingga duktusnya tidak tersumbat. Putting susu saat mandi perlu ditarik-tarik sehingga menonjol untuk memudahkan pengisap ASI. […]

Pertolongan Neonatus pada Persalinan Normal

Pertolongan Neonatus pada Persalinan Normal

Untuk dapat mencapai tingkatan yang diharapkan perlu dilakukan usaha menghilangkan factor resiko pada kehamilan sehingga memperkecil terjadinya asfiksia neonatorum. Dalam menghadapi persalinan normal diharapkan bidan sudah mengetahui langkah pertolongan neonatus sebagai berikut: 1. Tindakan pertolongan umum neonatus. 2. Kepala bayi diletak pada posisi yang lebih rendah 3. Bersihkan jalan napas […]

Diagnosis dan Sikap Menghadapi Asfiksia Janin

Diagnosis dan Sikap Menghadapi Asfiksia Janin

Diagnosis asfiksia janin dalam rahim Untuk dapat menegakkan diagnosis gawat janin dapat ditetapkan dengan melakukan pemeriksaan sebagai berikut: Denyut jantung janin 1. Denyut jantung janin normal antara 120 sampai 160 kali permenit. 2. Terjadinya gawat janin menimbulkan perubahan denyut jantung janin: a. Meningkat 160 kali permenit-tingkat permulaan b. Mungkin jumlah […]

Perdarahan Kala Nifas Sekunder dan Flegmasia Alba Dolens

Perdarahan Kala Nifas Sekunder dan Flegmasia Alba Dolens

Perdarahan kala nifas sekunder Perdarahan kala nifas sekunder adalah perdarahan yang terjadi setelah 24 jam pertama. Kejadiannya tidak terlalu besar, apalagi dengan makin gencarnya penerimaan gerakan keluarga berencana. Penyebab utama perdarahan kala nifas sekunder adalah terdapatnya sisa plasenta atau selaput ketuban (pada grandemultipara dan kelainan bentuk implantasi plasenta), infeksi pada […]

Pengobatan Infeksi Kala Nifas dan Keadaan Abnormal Pada Rahim

Pengobatan Infeksi Kala Nifas dan Keadaan Abnormal Pada Rahim

Pengobatan infeksi kala nifas Perlukaan jalan lahir sudah dapat dipastikan terjadi pada setiap persalinan yang akan menjadi jalan masuknya bakteri yang bersifat komensal dan menjadi infeksius. Pertolongan persalinan yang bersih tidak memerlukan pengobatan umum tetapi pada persalinan yang diduga akan dapat terjadi infeksi kala nifas memerlukan profilaksis antibiotika. Bidan masih […]

Bentuk dan Terjadinya Infeksi Kala Nifas

Bentuk dan Terjadinya Infeksi Kala Nifas

Terjadinya infeksi kala nifas adalah sebagai berikut: 1. Manipulasi penolong: terlalu sering melakukan pemeriksaan dalam, alat yang dipakai kurang suci hama 2. Infeksi yang didapat di rumah sakit (nosokomial) 3. Hubungan seks menjelang persalinan 4. Sudah terdapat infeksi intrapartum: persalinan lama terlantar, ketuban pecah lebih dari enam jam, terdapat pusat […]

Sikap Dan Upaya Bidan Menghadapi Retensio Plasenta

Sikap Dan Upaya Bidan Menghadapi Retensio Plasenta

Retensio plasenta adalah terlambatnya kelahiran plasenta selama setengah jam setelah persalinan bayi. Pada beberapa kasus dapat terjadi retensio plasenta berulang (habitual retensio plasenta). Plasenta harus dikeluarkan karena dapat menimbulkan bahaya perdarahan, infeksi karena sebagai benda mati, dapat terjadi plasenta inkarserata, dapat terjadi polip plasenta, dan terjadi degenerasi ganas korio karsinoma. […]

Jenis dan Faktor Penyebab Perdarahan Postpartum

Jenis dan Faktor Penyebab Perdarahan Postpartum

Perdarahan postpartum adalah perdarahan yang terjadi dalam 24 jam setelah persalinan berlangsung. Perdarahan postpartum dibagi menjadi perdarahan postpartum primer dan sekunder. Perdarahan postpartum primer Perdarahan postpartum primer terjadi dalam 24 jam pertama. Penyebab utama perdarahan postpartum primer adalah atonia uteri, retensio plasenta, sisa plasenta, dan robekan jalan lahir. Terbanyak dalam […]

Gejala Persalinan Kasep

Gejala Persalinan Kasep

Persalinan lama atau persalinan kasep merupakan masalah besar di Indonesia karena pertolongan di daerah pedesaan masih dilakukan oleh dukun. Persalinan lama adalah persalinan yang berjalan lebih dari 24 jam untuk primigravida dan atau 18 jam bagi multigravida. Persalinan konsep (partus kasep) adalah persalinan lama yang disertai komplikasi ibu maupun janin. […]