posisi janin dalam rahim sembilan bulan

Syarat dan Persiapan Persalinan Dengan Ekstraksi Forsep

Syarat dan Persiapan Persalinan Dengan Ekstraksi Forsep

Syarat-syarat ekstraksi forsep Untuk melakukan ekstraksi forsep ditetapkan syarat sebagai berikut: 1. Besar dan konsistensi kepala dalam batas normal 2. Pembukaan lengkap atau hampir lengkap 3. Ketuban sudah pecah atau dipecahkan 4. Kedudukan dan posisi kepala diketahui dengan pasti 5. Tidak terdapat disproporsi kepala-panggul sehingga mungkin lahir pervaginam Dengan memenuhi […]

Dilatasi Serviks Dengan Paksaan

Dilatasi Serviks Dengan Paksaan

Membuka kanalis servikalis dengan paksa yang bertujuan untuk melancarkan persalinan sudah ditinggalkan, karena bahayanya lebih besar dibandingkan pertolongan persalinan seksio sesarea. Dalam keadaan khusus dengan pertimbangan bahwa persalinan dapat diteruskan pervaginam, tetapi pembukaan kanalis servikalis merupakan hambatan, masih dapat dilakukan tindakan membuka serviks dengan digital. Syarat pembukaan serviks dengan paksa: […]

Pertimbangan Dalam Memecahkan Ketuban

Pertimbangan Dalam Memecahkan Ketuban

Untuk memecahkan ketuban diperlukan beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1. Kapan waktu yang tepat memecahkan ketuban. a. Memecahkan ketuban menjelang pembukaan lengkap Mendorong terjadinya refleks mengejan, sehingga persalinan dapat dipercepat Memperkecil bahaya infeksi Mengurangi kemungkinan prolapsus funikuli atau bagian kecil lainnya. Cepat dapat mengambil tindakan menyelesaikan persalinan. Saat tepat memecahkan ketuban […]

Tahapan Operasi Versi Luar dan Memecahkan Ketuban

Tahapan Operasi Versi Luar dan Memecahkan Ketuban

Tindakan versi luar mempunyai tahap sebagai berikut: 1. Eksentrasi: mengeluarkan bagian terendah dari pelvis 2. Mobilisasi: mengarahkan bokong kearah punggung anak dan menekan kepala kearah badan sehingga janin tetap dalam posisi fleksi. 3. Rotasi: memutar janin dalam rahim kearah sudut putaran terkecil. Setiap putaran 450 dilakukan observasi selama 5 sampai […]

Komplikasi Operasi Versi Luar Terhadap Janin

Komplikasi Operasi Versi Luar Terhadap Janin

Operasi versi luar menimbulkan komplikasi terutama terhadap janin dalam bentuk: 1. Distress janin Distress janin terjadi akibat gangguan sirkulasi darah menuju janin yang disebabkan oleh lilitan tali pusat yang makin ketat. Perubahan denyut jantung janin karena distress janin yaitu cepat diatas 160 kali/menit, kurang dari 100 kali/menit. Iramanya tidak teratur. […]

Pertimbangan Untuk Melakukan Versi Luar

Pertimbangan Untuk Melakukan Versi Luar

Untuk dapat melaksanakan versi luar perlu diperhatikan beberapa pertimbangan berikut ini: 1. Kontraindikasi versi luar pada penderita a. Ketuban sudah pecah b. Penderita mempunyai hipertensi c. Rahim pernah mengalami pembedahan: seksio sesarea, pengeluaran mioma uteri d. Penderita pernah mengalami perdarahan selama hamil e. Pernah mengalami tindakan operasi pervaginam f. Pernah […]

Bentuk Versi Luar Pada Tindakan Operasi Persalinan

Bentuk Versi Luar Pada Tindakan Operasi Persalinan

Tindakan operasi kebidanan Bidan yang menjadi harapan pada pertolongan persalinan dengan tenaga terlatih melalui partograf WHO dipandang perlu mengetahui operasi persalinan dalam keadaan darurat. Oleh karena itu, berikut ini akan dijabarkan beberapa operasi tehnik kebidanan. Versi Luar Tindakan Versi luar pada kedudukan letak lintang dan sungsang tidak banyak dilakukan karena […]

Komplikasi Operasi Kebidanan Pada Ibu

Komplikasi Operasi Kebidanan Pada Ibu

Komplikasi operasi kebidanan dapat dirinci: Komplikasi pada ibu Terjadi “trias komplikasi” ibu, yaitu perdarahan, infeksi, dan trauma jalan lahir. 1. Perdarahan Perdarahan merupakan komplikasi yang paling gawat, memerlukan transfuse darah dan merupakan penyebab kematian ibu yang paling utama. Penyebab perdarahan pada tindakan operasi adalah: a. Atonia uteri: sumber perdarahan berasal […]

4 Golongan Kematian Janin

4 Golongan Kematian Janin

Kematian perinatal Tatalaksana kebidanan makin lama makin berkembang sehingga angka kematian Ibu dan angka kematian anak dapat diturunkan. Kematian perinatal merupakan ukuran kemampuan pelayanan kesehatan suatu Negara. Untuk dapat lebih memahami kematian di tetapkan beberapa definisi sebagai berikut: 1. Kelahiran hidup (live birth): dikeluarkan hasil konsepsi secara sempurna dari ibunya […]

Bayi Kecil Untuk Masa Kehamilan dan Faktor Dismaturitas Janin

Bayi Kecil Untuk Masa Kehamilan dan Faktor Dismaturitas Janin

Bayi kecil untuk masa kehamilan (KMK) Istilah yang banyak dipergunakan untuk menunjukkan terdapat gangguan dalam pertumbuhan intrauterine diantaranya: 1. Pseudoprematuritas 2. Dismaturitas 3. Fetal malnutrisi 4. Chronic fetal distress 5. Small for gestational age (SGA) 6. Intrauterine growth retardation (IUGR) Yang dimaksud dengan bayi kecil untuk masa kehamilan (KMK) adalah […]

Perawatan dan Pengawasan Bayi Prematuritas

Perawatan dan Pengawasan Bayi Prematuritas

1. Pengaturan suhu badan bayi prematuritas/BBLR Bayi prematuritas dengan cepat akan kehilangan panas badan dan menjadi hipotermia, karena pusat pengaturan panas badan belum berfungsi dengan baik, metabolismenya rendah, dan permukaan badan relative luas. Oleh karena itu, bayi prematuritas harus dirawat di dalam incubator sehingga panas badannya mendekati dalam rahim. Bila […]

Penyebab Persalinan Premature

Penyebab Persalinan Premature

Factor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya persalinan preterm (premature) atau berat badan lahir rendah adalah: 1. Factor ibu a. Gizi saat hamil yang kurang b. Umur kurang dari 20 tahun atau diatas 35 tahun c. Jarak hamil dan bersalin terlalu dekat d. Penyakit menahun ibu: Hipertensi, jantung, gangguan pembuluh darah (perokok) […]

Ikterus Neonatorum Pada Bayi Baru Lahir

Ikterus Neonatorum Pada Bayi Baru Lahir

Ikterus atau warna kuning sering dijumpai pada bayi baru lahir dalam batas normal pada hari kedua sampai hari ketiga dan menghilang pada hari kesepuluh. Oleh karena itu, bayi menjelang pulang dan terjadi ikterus harus mendapat perhatian karena mungkin sifatnya patologis. Ikterus disebabkan hemolisis darah janin dan selanjutnya diganti menjadi darah […]

Perlukaan Kelahiran Akibat Persalinan

Perlukaan Kelahiran Akibat Persalinan

Persalinan selalu memberikan perlukaan akibat kelahiran. Perlukaan pada persalinan spontan adalah ringan dan tidak memerlukan pengobatan. Bidan yang melakukan pertologan dilini terdepan perlu memperhatikan beberapa perlukaan akibat persalinan sebagai berikut: 1. Perlukaan kulit Tidak akan banyak ditemukan karena persalinan bidan dengan resiko rendah. Bila ditemukan mungkin hanya lecet dan tidak […]

Diagnosis dan Sikap Menghadapi Asfiksia Janin

Diagnosis dan Sikap Menghadapi Asfiksia Janin

Diagnosis asfiksia janin dalam rahim Untuk dapat menegakkan diagnosis gawat janin dapat ditetapkan dengan melakukan pemeriksaan sebagai berikut: Denyut jantung janin 1. Denyut jantung janin normal antara 120 sampai 160 kali permenit. 2. Terjadinya gawat janin menimbulkan perubahan denyut jantung janin: a. Meningkat 160 kali permenit-tingkat permulaan b. Mungkin jumlah […]

Pertolongan Neonatus pada Persalinan Normal

Pertolongan Neonatus pada Persalinan Normal

Untuk dapat mencapai tingkatan yang diharapkan perlu dilakukan usaha menghilangkan factor resiko pada kehamilan sehingga memperkecil terjadinya asfiksia neonatorum. Dalam menghadapi persalinan normal diharapkan bidan sudah mengetahui langkah pertolongan neonatus sebagai berikut: 1. Tindakan pertolongan umum neonatus. 2. Kepala bayi diletak pada posisi yang lebih rendah 3. Bersihkan jalan napas […]

Asfiksia Neonatorum

Asfiksia Neonatorum

Asfiksia neonatorum adalah keadaan bayi yang tidak dapat bernafas spontan dan teratur, sehingga dapat menurunkan kadar O2 dan makin meningkatkan CO2 yang menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan lebih lanjut. Tujuan melakukan tindakan terhadap bayi asfiksia adalah melancarkan kelangsungan pernapasan bayi yang sebagian besar terjadi pada waktu persalinan. Terdapat beberapa factor […]

Sikap Bidan Menghadapi Inversion Uteri

Sikap Bidan Menghadapi Inversion Uteri

Inversion uteri merupakan keadaan di mana fundus uteri masuk kedalam kavum uteri, dapat secara mendadak atau terjadi perlahan. Selain dari pada itu pertolongan persalinan yang makin banyak dilakukan tenaga terlatih maka kejadian inversion uteri pun makin berkurang. Kejadian inversio uteri sebagian besar disebabkan kurang legeartisnya pertolongan persalinan saat melakukan persalinan […]

Sikap Dan Upaya Bidan Menghadapi Retensio Plasenta

Sikap Dan Upaya Bidan Menghadapi Retensio Plasenta

Retensio plasenta adalah terlambatnya kelahiran plasenta selama setengah jam setelah persalinan bayi. Pada beberapa kasus dapat terjadi retensio plasenta berulang (habitual retensio plasenta). Plasenta harus dikeluarkan karena dapat menimbulkan bahaya perdarahan, infeksi karena sebagai benda mati, dapat terjadi plasenta inkarserata, dapat terjadi polip plasenta, dan terjadi degenerasi ganas korio karsinoma. […]

Retensio Plasenta dan Plasenta Manual

Retensio Plasenta dan Plasenta Manual

Plasenta Manual Merupakan tindakan operasi kebidanan untuk melahirkan Retensio Plasenta. Tehnik Operasi Plasenta Manual tidaklah sukar, tetapi harus dipikirkan bagaimana persiapan agar tindakan tersebut dapat menyelamatkan jiwa penderita. Kejadian retensio plasenta berkaitan dengan: 1. Grandemultipara dengan implantasi plasenta dalam bentuk plasenta adhesive, plasenta akreta, plasenta inkreta dan plasenta perkreta. 2. […]