Bagaimana Pertahanan Sistem Imun Tubuh

Loading...

https://www.ilmukesehatan.comPertahanan system imun

Ketika tubuh diserang atau diinvasi oleh bakteri atau virus atau mikroorganisme pathogen lainnya, maka ada tiga macam cara yang dilakukan tubuh untuk mempertahankan dirinya sendiri. Ketiga cara tersebut adalah : respon imun fagostik, respons imun humoral, atau antibody dan respon imun seluler.

Garis pertama pertahanan tersebut yang berupa respons imun fagostik meliputi sel-sel darah putih (granulosit dan makrofag) yang dapat memakan partikel-partikel asing. Sel-sel ini akan bergerak ketempat serangan dan kemudian menelan serta menghancurkan mikroorganisme penyerang tersebut.

Repons protektif yang kedua, yaitu respons humoral (yang kadang-kadang dinamakan respons anti bodi), mulai bekerja dengan terbentuknya limfosit yang dapat mengubah dirinya menjadi sel-sel plasma yang menghasilkan antibody. Antibody ini yang merupakan protein yang sangat spesifik diangkut dalam aliran darah dan memiliki kemampuan untuk melumpuhkan penyerangnya.

Mekanisme pertahanan yang ketiga, yaitu respon imun seluler, juga melibatkan limfosit yang disamping mengubah dirinya menjadi sel plasma, juga dapat berubah menjadi sel-sel T sitotoksik khusus yang dapat menyerang mikroorganisme pathogen itu sendiri.

Bagian dari mikroorganisme penyerang dan penginvasi yang menstimulasi pembentukan antibody dinamakan antigen (atau imunogen). Antigen merupakan bercak kecil protein pada permukaan luar mikroorganisme. Bakteri atau molekul besar tunggal seperti toksin (toksin difteri atau tetanus) dapat memiliki beberapa antigen atau marker (petanda) semacam itu pada permukaannya dan dengan demikian dapat menginduksi tubuh untuk menghasilkan sejumlah antibody yang berlainan. Begitu suatu antibody terbentuk, antibody ini akan dilepaskan kedalam aliran darah dan dibawa kepada mikrooraganisme yang menyerang tubuh. Disini akan terjadi penggabungan antibody dengan antigen yang mengikatnya seperti potongan jigsaw puzzle yang saling mengunci.