Bagaimana Pengaruh dan Pengobatan Anemia Pada Kehamilan

Loading...

https://www.ilmukesehatan.comPengaruh anemia terhadap kehamilan

1. Bahaya selama kehamilan

  • Dapat terjadi abortus
  • Persalinan prematuritas
  • Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim
  • Mudah terjadi infeksi
  • Ancaman dekompensasi kordis (Hb < 6 gr%)
  • Mola hidatidosa
  • Hiperemesis gravidarum
  • Perdarahan antepartum
  • Ketuban pecah dini (KPD)

2. Bahaya saat persalinan

  • Gangguan his-kekuatan mengejan
  • Kala pertama dapat berlangsung lama, dan terjadi partus terlantar
  • Kala dua berlangsung lama sehingga dapat melelahkan dan sering memerlukan tindakan operasi kebidanan
  • Kala uri dapat diikuti retensio plasenta, dan perdarahan postpartum karena atonia uteri
  • Kala empat dapat terjadi perdarahan postpartum sekunder dan atonia uteri.

3. Pada kala nipas:

  • Terjadi subinvolusi uteri menimbulkan perdarahan postpartum
  • Memudahkan infeksi puerperium.
  • Pengeluaran ASI berkurang
  • Terjadi dekompensasi kordis mendadak setelah persalinan
  • Anemia kala nifas
  • Mudah terjadi infeksi mamae

Bahaya terhadap janin

Sekalipun tampaknya janin mampu menyerap berbagai kebutuhan dari ibunya, tetapi dengan anemia akan mengurangi kemampuan metabolisme tubuh sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim.

Akibat anemia dapat terjadi gangguan dalam bentuk:

  • Abortus
  • Terjadi kematian intrauterine
  • Persalinan prematuritas tinggi
  • Berat badan lahir rendah
  • Kelahiran dengan anemia
  • Dapat terjadi cacat bawaan
  • Bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinatal
  • Intelegensia rendah

Pengobatan anemia dalam kehamilan

Untuk menghindari terjadinya anemia sebaiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan sebelum hamil sehingga dapat diketahui data-data dasar kesehatan umum calon ibu tersebut.

Dalam pemeriksaan kesehatan disertai pemeriksaan laboratorium,termaksud pemeriksaan tinja  sehingga diketahui adanya infeksi parasit. Pengobatan infeksi untuk cacing relative mudah dan murah.

Pemerintah telah menyediakan preparat besi untuk dibagikan kepada masyarakat sampai ke posyandu. Contoh preparat Fe diantaranya Barralat, Biosambe, Iberet, Vitonal, dan Hemaviton. Semua preparat tersebut dapat dibeli dengan bebas.