Konsep Obstetri Sosial

Loading...

https://www.ilmukesehatan.comObstetri social adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara kesehatan reproduksi dan factor-faktor lingkungan dalam bentuk kesehatan masyarakat umum, masalah biologis, masalah budaya, pendidikan dan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Konsep obstetri Sosial dilandasi pelayanan kesehatan utama. Dikemukakan bahwa masalah obstetric social adalah masalah masyarakat pedesaan yang 80% memanfaatkan perangkat pertolongan dukun.

Pada tahun 1975 pemerintah telah mencanangkan konsep “Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa(PKMD) dengan bentuk operasional “pos pelayanan terpadu(posyandu) dengan dasar panca krida posyandu, yaitu melaksanakan gerakan keluarga berencana, pembinaan kesehatan ibu dan anak, imunisasi ibu dan anak, perbaikan gizi-pembagian Fe, dan penanggulangan diare.

Untuk meningkatkan peranan “kader masyarakat desa” dicetuskan ide “ dasa wisma” artinya setiap kader desa dalam posyandu hanya berhubungan dengan sepuluh rumah tangga.

Dengan demikian diharapkan dapat dijamin keefektifan dan efisiensi dalam melaksanakan posyandu, yang diselenggarakan satu kali dalam sebulan.

Terdapat sebanyak 200.000 Posyandu pada akhir tahun 1988. Disamping itu gagasan  “Panca Krida Posyandu” dikembangkan menjadi “Sapta Krida Posyandu” dengan menambah kesehatan lingkungan (sanitasi), dan penyediaan obat-obatan esensial (Oralit, preparat Fe).

Dalam pelaksanaan penyebarluasan posyandu tidak dapat diabaikan peranan dari Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), dan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) yang mempunyai program khusus untuk membina kesehatan ibu hamil dan balita.

Tim penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) juga turut berperan aktif dalam:

  • Menganjurkan ibu hamil untuk melakukan perawatan antenatal
  • Menganjurkan kepada dukun untuk berlatih
  • Membantu pelayanan posyandu
  • Membantu pencatatan dan pelaporan
  • Melaksanakan kampanye vaksinasi
  • Mendukung pengembangan tekhnologi tepat guna dan berdaya guna
  • Melaksanakan usaha untuk meningkatkan pendapatan keluarga
  • Meningkatkan pengetahuan anggota masyarakat untuk memantau kehamilan risiko tinggi.