Perubahan Vagina dan Payudara Pada Saat Kehamilan

Loading...

https://www.ilmukesehatan.comVagina (liang senggama)

Vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak makin merah dan kebiru-biruan ( tanda Chadwicks )

Ovarium ( indung telur )

Dengan terjadinya kehamilan, indung telur yang mengandung korpus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada umur 16 minggu.

Kejadian ini tidak dapat lepas dari kemampuan vili korealis yang mengeluarkan hormone korionik gonadotropin yang mirip dengan hormone luteotropik hipofisis anterior.

Payudara

Payudara mengalami perkembangan dan pertumbuhan sebagai persiapan memberikkan ASI pada saat laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormone saat kehamilan, yaitu estrogen, progestron, dan somatomammotropin.

Fungsi hormone mempersiapkan payudara untuk pemberian ASI dijabarkan sebagai berikut:

1. Estrogen berfungsi:

a. Menimbulkan hipertrofi system saluran payudara

b. Menimbulkan penimbunan lemak dan air serta garam sehingga payudara tampak makin membesar.

c. Tekanan serat saraf akibat penimbunan lemak, air dan garam menyebabkan rasa sakit pada payudara.

2. Progesterone berfungsi:

a. Mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi

b. Menambah jumlah sel asinus

3. Somatomammotropin berfungsi:

a. Mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasein, laktalbumin, dan laktoglobulin

b. Penimbunan lemak sekitar alveolus payudara.

c. Merangsang pengeluaran kolostrum pada kehamillan

Penampakan payudara pada ibu hamil adalah sebagai berikut:

1. Payudara menjadi lebih besar

2.  Areola payudara makin hiperpigmentasi-hitam

3. Grandula Montgomery makin tampak

4. Putting susu makin menonjol

5. Pengeluaran ASI belu berlangsung karena prolaktin belum berfungsi karena hambatan dari PIH (prolaktine inhibiting hormone) untuk mengeluarkan ASI

6. Setelah persalinan, hambatan prolaktin tidak ada sehingga pembuatan ASI dapat berlangsung.