Penjelasan dan Penjabaran Fungsi Plasenta

Loading...

https://www.ilmukesehatan.comPlasenta merupakan akar janin untuk mengisap nutrisi dari ibu dalam bentuk O2, asam amino, vitamin, mineral, dan zat lainnya ke janin dan membuang sisa metabolisme janin dan CO2.

Fungsi plasenta dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Sebagai alat nutritive
  2. untuk mendapatkan bahan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.
  3. Sebagai alat pembuangan sisa metabolisme
  4. Sebagai alat pernapasan di mana janin mengambil O2 dan membuang CO2.
  5. Mengahsilkan hormone pertumbuhan dan persiapan pemberian ASI
  6. Sebagai alat penyalur antibody ke tubuh janin
  7. Sebagai barrier atau filter.
  8. Fungsinya belum diketahui.

Penjelasan fungsi plasenta dijabarkan sebagai berikut:

1.  Sebagai alat nutritive

Penyaluran bahan nutrisi dari ibu ke janin dengan jalan:

a. Difusi

Air dan bahan yang larut dalam air, garam kalium, dan natrium. Makin besar berat jenis bahan makanan makin lambat terjadi difusi

b. System enzimatik

Prinsipnya bahan tersebut dipecah dan selanjutnya disintesis ke bentuk aslinya dalam vili korialis

Bahan yang mengalami proses enzymatic:

  • Protein dipecah menjadi asam amino
  • Lemak dipecah menjadi asam lemak
  • Hidrat arang dipecah menjadi glukosa
  • Glikogen dipecah menjadi fruktosa
  • Vitamin dipecah menjadi bentuk yang lebih kecil
  • Obat-obatan

c. Pinositosis

  • Caranya seperti aktivitas amoben
  • Bahan tersebut adalah immunoglobulin G dan albumin

2. Ginjal, hati, dan usus janin belum berfungsi dengan baik sebagai alat pembuangan. Sisa metabolisme akan dibuang melalui plasenta, yang dapat menghubungkan janin dengan dunia luar secara tidak langsung.

3. Sebagai alat pernapasan

Dalam sirkulasi janin terdapat fetal hemoglobin (F) yang mempunyai afinitas tinggi terhadap O2 dan sebaliknya mudah melepaskan CO2 melalui system difusi dalam plasenta.

Dengan adanya perbedaan afinitas tersebut, plasenta dapat menjalankan fungsinya sebagai alat pernafasan. Makin tua kehamilan semakin tinggi konsentrasi adult hemoglobin (A) sebagai persiapan bernapas melalui paru-paru pada saat kelahiran.

4. Penghasil hormone

Hormone yang dikeluarkan plasenta adalah: korionik gonadotropin, korionik somato mammotropin (plasenta lactogen), estrogen dan progesterone, eorionik tirotropin, relaksin.

Korionik gonadotropin

  • Merangsang korpus luteum gravidarum sehingga tetap mengeluarkan estrogen dan progesterone, dan korpus luteum berfungsi sampai plasenta sempurna.
  • Bersifat khas kehamilan sehingga dapat dipakai sebagai hormone tes kehamilan
  • Puncaknya tercapai pada hari ke-60
  • Setelah persalinan, dalam urin tidak dijumpai.

Korionik somato mammotropin

  • Hormone untuk metabolisme protein
  • Bersifat laktogenik dan luteotropik
  • Menimbulkan pertumbuhan janin
  • Mengatur metabolisme karbohidrat dan lemak

Estrogen plasenta

Estrogen plasenta dalam bentuk estradiol, estriol, dan estron.

Estrogen plasenta mempunyai fungsi untuk

  • Pertumbuhan dan perkembangan otot rahim
  • Retensi air dan garam
  • Perkembangan tubulus payudara sebagai persiapan ASI
  • Melaksanakan sintesis protein

Progesterone

Permulaan hamil dibuat oleh korpus luteum dan plasenta

Progesterone berfungsi untuk

  • Penenang otot rahim selama hamil
  • Bersama estrogen mengaktifkan tubulus dan alveolus payudara
  • Menghalangi proses pematangan folikel Graaf sehingga tidak terjadi ovulasi
  • Menghalangi pengeluaran LH

5. Alat penyalur antibody

Janin mempunyai kekebalan pasif sampai umur 4 bulan dan selanjutnya kekebalan tersebut berkurang. Antibody yang dibentuk ibu melalui plasenta menyebabkan bayi kebal terhadap infeksi. Antibody disalurkan melalui ASI sehingga kolostrum harus diberikan.

6. Sebagai barrier

Sel trofoblas cukup kuat untuk bertindak sebagai barrier terhadap beberapa bacteria atau virus. Demikian juga obat yang dapat membahayakan pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim, dihalangi masuk melalui plasenta.

Beberapa obat yang berpengaruh pada janin perlu dihindari seperti tetrasiklin (perubahan gigi, gangguan pertumbuhan tulang panjang), streptomisin (gangguan keseimbangan, gangguan pendengaran), preparat sulfa (gangguan metabolisme bilirubin, menimbulkan kernikterus), dan obat-obat narkosa (mempengaruhi jantung dan pernapasan).