Bagaimana Tehnik Pemeriksaan Palpasi Kehamilan

Loading...

https://www.ilmukesehatan.comTehnik pemeriksaan palpasi kehamilan

Pemeriksaan palpasi  yang biasa dipergunakan untuk menetapkan kedudukan janin dalam rahim dan tuanya kehamilan terdiri dari:

1. Pemeriksaan menurut Leopold I-IV

2.Pemeriksaan yang sifatnya membantu pemeriksaan Leopold adalah:

a. Membantu Leopold II

  • Pemeriksaan menurut Budine
  • Pemeriksaan menurut Ahlfeld

b. Membantu pemeriksaan Leopold III

  • Pemeriksaan Kneble

Dengan memahami pemeriksaan menurut Leopold dengan baik, sudah dapat menetapkan kedudukan janin.

Tahap-tahap pemeriksaan menurut Leopold adalah sebagai berikut:

1.  Tahap pemeriksaan menurut Leopold

a. Penderita tidur terlentang dengan kepala lebih tinggi

b. Kedudukan tangan pada saat pemeriksaan dapat di atas kepala atau membujur disamping badan

c. Kaki ditekukkan sedikit sehingga dinding perut lemes

d. Bagian perut penderita dibuka seperlunya

e. Pemeriksa menghadap kemuka penderita saat melakukan pemeriksaan Leopold I sampai III, sedangkan saat melakukan pemeriksaan Leopold IV pemeriksa menghadap ke kaki.

2. Tahap pemeriksaan Leopold

a. Leopold I

  • Kedua telapak tangan pada fundus uteri untuk menentukan tinggi fundus uteri, sehingga perkiraan umur kehamilan dapat disesuaikan dengan tanggal haid terakhir.
  • Bagian apa yang terletak difundus uteri. Pada letak membujur sungsang. Kepala bulat keras dan melenting pada goyangan: pada letak kepala akan teraba bokong pada fundus: tidak keras tak melenting, dan tidak bulat; pada letak lintang, fundus uteri tidak diisi oleh bagian-bagian janin.

b. Leopold II.

Kemudian kedua tangan diturunkan menelusuri tepi uterus untuk menetapkan bagian apa yang terletak di bagian samping.

  • Letak membujur dapat ditetapkan punggung anak, yang teraba rata dengan tulang iga seperti papan cuci.
  • Pada letak lintang dapat ditetapkan di mana kepala janin.

c. Leopold III

Menetapkan bagian apa yang terdapat diatas simfisis pubis.

Kepala akan teraba bulat dan keras sedangkan bokong teraba tidak keras dan tidak bulat. Pada letak lintang simfisis pubis akan kosong.

d. Leopold IV

Pada pemeriksaan Leopold IV, pemeriksa menghadap kearah kaki penderita untuk menetapkan bagian terendah janin yang masuk ke pintu atas panggul.

Bila bagian terendah masuk PAP telah melampaui lingkaran terbesarnya, maka tangan yang melakukan pemeriksa divergen, sedangkan bila lingkaran terbesarnya belum masuk PAP maka tangan pemeriksa konvergen.