Melakukan Pengawasan Akhir Kala Nifas

Loading...

https://www.ilmukesehatan.comSetelah persalinan wanita akan mengalami masa puerperium, untuk dapat mengembalikan alat genetalia interna ke dalam keadaan normal. Dengan tenggang waktu sekitar 42 hari atau enam minggu atau satu bulan tujuh hari.

Proses involusi uterus dibantu dengan kesediaan ibu untuk memberikan ASI. Pada waktu bayi mengisap ASI terjadi rangsangan ke hipofisis posterior sehingga dapat dikeluarkannya oksitosin, yang berfungsi untuk meningkatkan kontraksi otot polos di sekitar  alveoli kelenjar ASI sehingga ASI dapat dikeluarkan.

Oksitosin akan merangsang pula otot rahim sehingga mempercepat terjadinya involusi rahim. Bagi ibu yang sensitif, rangsangan oksitosin ini dapat memberikan rasa sakit di daerah suprasimfisis.

Pemeriksaan akhir kala nifas (postpartum) sangat penting karena dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan khusus sebagai berikut:

1. Melakukan pemeriksaan Pap smear untuk mencari kemungkinan kelainan sitologi sel serviks atau sel endometrium.

2. Menilai seberapa jauh involusi uterus.

3. Melakukan pemeriksaan inspekulo, sehingga dapat menilai perlukaan postpartum

4. Mempersiapkan untuk mempergunakan metode KB.

Dalam masyarakat sering terdapat salah mengerti diantaranya:

1. Merasa postpartum akan berjalan dengan normal, sehingga tidak memerlukan pemeriksaan tambahan.

2. Pemakaian metode KB memerlukan menstruasi dulu.

3. Khusus untuk kontap wanita, diperlukan hamil lagi.

Salah pengertian masyarakt perlu diperbaiki dengan memberikan penjelasan untuk meningkatkan kesehatan alat reproduksinya, sehingga cukup sehat untuk dapat hamil kembali.

1. Pemeriksaan postpartum sangat penting terutama untuk mencari kemungkinan perlukaan serviks, yang memerlukan pengobatan, yaitu ditutul dengan nitrasargenti, ditutul dengan albutyl tincura, atau pengobatan dengan termokauter dan cryosurgery (membekukan).

Perlukaan serviks yang tidak mendapat pengobatan dapat menjadi perlukaan menahun, yang dapat menimbulkan infeksi alat genitalia bagian atas dan perlukaan serviks yang tidak sembuh, dan menjadi hamil beberapa kali merupakan penyebab tingginya angka kejadian serviks karsinoma.

2. Membicarakan tentang keluarga berencana.

Menunggu menstruasi untuk membicarakan KB tidak diperlukan karena malah pada beberapa wanita, tidak mendapat menstruasi (haid) dan terus lansung menjadi hamil.

Pemeriksaan postpartum merupakan waktu yang tepat untuk membicarakan metode KB untuk menjarangkan atau menghentikan kehamilan.

Khusus untuk mendapatkan pelayanan kontap wanita (metode operasi wanita) sama sekali tidak diperlukan hamil. Pelayanan operasi kontap dapat dilayani setiap saat dikehendaki.