Cara Perawatan Bayi Baru Lahir

Loading...

https://www.ilmukesehatan.comPerawatan Neonatus

Perkembangan ilmu kebidanan modern telah mencanangkan pengawasan antenatal sehingga tumbuh kembang janin dalam rahim mencapai optimal.

Perawatan modern mengharapkan kelahiran well born baby dengan trauma minimal primum no nocere dengan persalinan dalam bentuk spontan belakang kepala, outlet vakum atau forsep, dan seksio sesarea.

Pertolongan persalinan yang heroik, dengan trauma yang berat tidak diterapkan, sehingga kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan.

Perawatan bayi baru lahir adalah sebagai berikut:

1. Saat kepala membuka pintu dilakukan episiotomi, sehingga mempercepat proses persalinan.

2. Defleksi kepala (ekspulsi) dilakukan perlahan untuk memperkecil trauma.

3. Mulut dan hidung dibersihkan dari lendir, pada saat kepala melakukan putar paksi luar.

4. Setelah putarpaksi luar berakhir, kepala bayi ditarik curam kebawah/keatas untuk melahirkan bahu depan dan bahu belakang. Persalinan badan bayi dilakukan dengan mengait ketiak.

5. Setelah bayi lahir, jalan napas dibersihkan dari lendir sehingga perkembangan paru berjalan sempurna.

6. Tali pusat dipotong dengan cara legeartis untuk menghindari infeksi neonatus dan perdarahan.

7. Kehilangan panas badan bayi dihindari dengan segera membungkus dan memandikan dengan air hangat.

8. Bayi menangis dalam waktu 30 detik tanda jalan napas telah bebas dengan sempurna.

9. Bayu baru lahir dievaluasi dengan nilai Apgar.

  • Asfiksi berat: 0 sampai 3
  • Asfiksia sedang: 4 sampai 6
  • Vigerous baby: 7 sampai 10

Perhitungan nilai Apgar dilakukan pada waktu 1 menit pertama dan 5 menit kedua. Pada vigerous baby, nilai Apgar 1 menit pertama sudah mencapai 8 sampai 10.  Apabila terjadi penyimpangan nilai Apgar segera konsultasi dengan dokter anak atau dirujuk.

10. Alat-alat yang diperlukan untuk pertolongan pertama sudah siap pakai

  • Tabung o2
  • Alat resusitasi minimal
  • Obat tetes mata, untuk menghndari infeksi blenorea atau lainnya.