Pencernaan Makanan Secara Umum

Loading...

https://www.ilmukesehatan.comMakanan dikunyah didalam mulut, dipotong-potong dengan gigi-geligi dan dicampur dengan air liur (saliva) yang dihasilkan oleh tiga pasang kelenjar ludah, glandula parotis, glandula maksillaris dan glandula sublingualis.

Kemudian makanan yang menjadi gumpalan (bolus) ditelan melalui pharynx dan oesophagus (kerongkongan), masuk kedalam lambung (ventriculus, gaster), melalui bagian yang disebut cardia.

Didalam gaster makanan (bolus) yang masuk berturut-turut tersusun dalam lapis-lapis. Yang paling dahulu masuk, menjadi lapisan yang langsung menempel kedinding gaster, sedangkan yang masuk berturut-turut kemudian, membentuk lapis-lapis yang semakin tengah, jauh dari dinding gaster.

Karena air ludah bersifat alkalis, sedangkan cairan sekresi gaster mempunyai reaksi asam oleh adanya HCL maka lapisan makanan yang paling dalam (tengah) masih bersifat alkalis untuk beberapa saat, sedangkan lapisan yang semakin dekat dinding gaster menjadi semakin asam.

Di dalama gaster bolus semakin encer (menjadi chymus) dan masuk kedalam duodenum melalui pylorus yang tertutup oleh sphincter pylori. Pintu ini menutup dan membuka secara otomatis, diatur oleh derajat keasaman (pH) isi gaster dan isi duodenum.

Didalam duodenum chymus dicampur dengan tiga jenis hasil sekresi, yaitu sekresi pancreas, sekresi mukosa duodenum dan sekresi empedu yang dihasilkan oleh sel-sel hati.

Dari ketiga jenis sekresi itu, empedu tidak mengandung enzim pencernaan, tetapi masih berperan serta mempermudah pencernaan dan penyerapan zat-zat gizi tertentu.

Chymus bergerak lebih lanjut dan masuk berturut-turut ke dalam jejunum, dan ileum, untuk kemudian masuk ke dalam usus besar (colon). Aliran chymus terjadi karena adanya gerakan peristalsis dari dinding usus halus.

Terdapat dua komponen gerakan peristalsis ini, ialah gerakan konstriksi dan gerakan translasi. Chymus didorong mengalir kearah anus.

Kedua komponen gerakan peristalsis ini menyebabkan chymus diaduk dan dicampur dengan berbagai enzim di dalam sekresi cairan pencernaan, sambil didorong perlahan-lahan sepanjang usus halus kearah anus.

Sepanjang perjalanannya, zat gizi diserap dengan kecepatan berbeda-beda dan pada bagian usus yang berbeda pula; ada yang diserap didaerah duodenum, ada yang didaerah jejunum dan ada pula yang di daerah ileum.