Persiapan Untuk Operasi Persalinan

Loading...

https://www.ilmukesehatan.comPersalinan anjuran atau induksi persalinan harus dilakukan di rumah sakit karena merupakan matarantai menuju persalinan operatif. Dalam persalinan induksi (anjuran) observasi merupakan langkah yang sangat penting.

Observasi persalinan anjuran (induksi) meliputi:

1. Tentang his.

a. Frekuensi

b. Interval

c. Lama

d. Intensitas

2. Denyut jantung janin

a. Frekuensi

b. Keteraturan

c. Hubungannya dengan intensitas his

3. Penurunan

a. Bagaimana penurunan bagian terendah

b. Hubungannya dengan bidang Hodge

c. Terjadinya edema bagian terendah.

d. Maulage tulang kepala

4. Lingkaran Bandle

a. Peningkatan batas bagian kontraktil otot rahim dengan bagian segmen bawah rahim

b. Penipisan segmen bawah rahim

c. Rasa nyeri segmen bawah rahim (SBR)

5. Ketuban

a. Apakah sudah pecah

b. Jumlah air ketuban

c. Warna air ketuban: keruh, berwarna hijau

Melalui observasi dapat ditetapkan menyelesaikan persalinan atau masih dapat ditunggu dengan observasi lebih ketat. Pada kehamilan lewat waktu dapat langsung dilakukan seksio sesarea apabila tergolong “risiko tinggi”.

1. Kehamilan lewat waktu dengan infertilitas

2. Primipara tua umur diatas 35 tahun

3. Sejarah hamil dan persalinan buruk

4. Disertai kelainan letak

5. Terdapat asfiksia intrauterine

6. Evaluasi Bishop rendah

Dalam menghadapi kehamilan dan persalinan lewat waktu, bidan perlu mempertimbangkkan keadaan berikut:

1. Penyulit yang dihadapi pada induksi persalinan setempat dengan fasilitas dan keterampilan terbatas.

2. Tujuan pertolongan oleh tenaga medis terlatih untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian Ibu dan Bayi, dan menyiapkan generasi dengan kondisi optimal untuk tumbuh kembang sumber daya manusia sejak awal.

3. Meningkatkan system rujukan untuk mendapat pelayanan dan pengayoman medis lebih bermutu.

4. Menghadapi kendala transprtasi menuju rumah sakit.

Berdasarkan ketetapan tersebut tugas bidan dalam menghadapi kehamilan lewat waktu adalah menegakkan kebenaran hamil lewat waktu, dan berkonsultasi dan melakukan rujukan pada keadaan optimal.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bidan yang baik adalah yang tahu tanggung jawab terhadap kepentingan ibu hamil, dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pertolongan kebidanan yang optimal dan rujukan.