Diagnosis dan Klasifikasi Preeklampsia

Loading...

https://www.ilmukesehatan.comDasar diagnosis pre-eklampsia

Kejadian pre-eklampsia dan eklampsia sulit dicegah, tetapi diagnosis dini sangat menentukan prognosa janin. Pengawasan hamil sangat penting karena pre-eklampsia berat dan eklampsia merupakan penyebab kematian yang cukup tinggi, terutama dinegara berkembang.

Diagnosis ditetapkan dengan dua dari trias pre-eklampsia yaitu kenaikan berat badan-edema, kenaikan tekanan darah, dan terdapat proteinuria.

Klasifikasi pre-eklampsia

Pre-eklampsia digolongkan kedalam pre-eklampsia ringan dan pre-eklampsia berat dengan gejala dan tanda sebagai berikut:

Pre-eklampsia ringan

1. Tekanan darah sistolik 140 atau kenaikan 30 mm Hg dengan interval pemeriksaan 6 jam

2. Tekanan darah diastolic 90 atau kenaikan 15 mm Hg dengan interval pemeriksaan 6 jam

3. Kenaikan berat badan 1 kg atau lebih dalam seminggu

4. Proteinuria 0,3 gr atau lebih dengan tingkat kualitatif plus 1 sampai 2 pada urin kateter atau urin aliran pertengahan.

Pre-eklampsia berat

Bila salah satu diantara gejala atau tanda diketemukan pada ibu hamil sudah dapat digolongkan pre-eklampsia berat:

1. Tekanan darah 160/110 mm Hg

2. Oligouria, urin kurang dari 400 cc/24 jam

3. Proteinuria lebih dari 3gr/liter

4. Keluhan subjektif:

a. Nyeri epigastrium

b. Gangguan penglihatan

c. Nyeri kepala

d. Edema paru dan sianosis

e. Gangguan kesadaran.

5. Pemeriksaan:

a. Kadar enzim hati meningkat disertai ikterus

b. Perdarahan pada retina

c. Trombosit kurang dari 100.000/mm

Peningkatan gejala dan tanda pre-eklampsia berat memberikan petunjuk akan terjadi eklampsia, yang mempunyai prognosa buruk dengan angka kematian maternal dan janin tinggi.