Cara Mencegah Preeklampsia dan Eklampsia

Loading...

https://www.ilmukesehatan.comPre-eklampsia dan eklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang berkelanjutan dengan penyebab yang sama. Oleh karena itu, pencegahan atau diagnosis dini dapat mengurangi kejadian dan menurunkan angka kesakitan dan kematian.

Untuk dapat menegakkan diagnosis dini diperlukan pengawasan hamil yang teratur dengan memperhatikan kenaikan berat badan, kenaikan tekanan darah, dan pemeriksaan urin untuk menentukan proteinuria.

Untuk mencegah kejadian pre-eklampsia ringan dapat dilakukan nasehat tentang dan berkaitan dengan:

Diet makan

Makanan tinggi protein, tinggi karbohidrat, cukup vitamin, dan rendah lemak. Kurangi garam apabila berat badan bertambah atau edema. Makanan berorientasi pada empat sehat lima sempurna. Untuk meningkatkan jumlah protein dengan tambahan satu butir telur setiap hari.

Cukup istirahat

Istirahat yang cukup pada hamil semakin tua dalam arti bekerja seperlunya dan disesuaikan dengan kemampuan. Lebih banyak duduk atau berbaring kea rah punggung janin sehingga aliran darah menuju plasenta tidak mengalami gangguan.

Pengawasan antenatal (hamil)

Bila terjadi perubahan perasaan dan gerak janin dalam rahim segera dating ketempat pemeriksaan. Keadaan yang memerlukan perhatian:

1. Uji kemungkinan pre-eklampsia:

a. Pemeriksaan tekanan darah atau kenaikannya

b. Pemeriksaan tinggi fundus uteri

c. Pemeriksaan kenaikan berat badan atau edema

d. Pemeriksaan protein dalam urin

e. Kalau mungkin dilakukan pemeriksaan fungsi ginjal, fungsi hati, gambaran darah umum, dan pemeriksaan retina mata.

2. Penilaian kondisi janin dalam rahim

a. Pemantauan tinggi fundus uteri

b. Pemeriksaan janin: gerakan janin dalam rahim, denyut jantung janin, pemantauan air ketuban

c. Usulkan untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografi

Dalam keadaan yang meragukan, maka merujuk penderita merupakan sikap yang terpilih dan terpuji.