Sikap Bidan Menghadapi Inversion Uteri

Loading...

https://www.ilmukesehatan.comInversion uteri merupakan keadaan di mana fundus uteri masuk kedalam kavum uteri, dapat secara mendadak atau terjadi perlahan.

Selain dari pada itu pertolongan persalinan yang makin banyak dilakukan tenaga terlatih maka kejadian inversion uteri pun makin berkurang.

Kejadian inversio uteri sebagian besar disebabkan kurang legeartisnya pertolongan persalinan saat melakukan persalinan plasenta secara Crede, dengan otot rahim belum berkontraksi dengan baik.

Inversion uterus memberikan rasa sakit yang dapat menibulkan keadaan syok neurogenik. Rasa sakit terjadi karena tarikan serat saraf yang terdapat pada ligamentum rotondum dan ligamentum infundilopelvikum bersama dengan pembuluh darahnya.

Untuk menegakkan kemungkinan terjadi inversion uteri dapat dilakukan pemeriksaan palpasi pada fundus uteri yang menghilang dari abdomen.

Pada pemeriksaan dalam dapat dijumpai fundus uteri di kanalis servikalis bahkan bersama dengan plasenta yang belum lepas.

Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengembalikan fundus uteri ketempat semula dengan jalan mendorong fundus uteri secara manual.

Apabila plasenta belum lepas maka plasenta tidak boleh dilepaskan sebelum fundus uteri mencapai posisi semula. Menghadapi plasenta yang belum lepas dapat dipertimbangan segera melakukan plasenta manual setelah fundus uteri mencapai posisi semula atau merujuk penderita ke tempat dengan fasilitas yang cukup atau kerumah sakit.

Bagaimana sikap bidan menghadapi inversion uteri dilapangan. Bidan sebagai tenaga terlatih dilini terdepan dapat menjumpai inversion uteri sehingga perlu mengetahui bagaimana menegakkan diagnosis.

Bidan dapat melakukan reposisi inversion uteri atau segera merujuk, karena tindakan reposisi dan penanganan lebih lanjut memerlukan tindakan spesialistis.