Kelainan Congenital Pada Vagina

Loading...

https://www.ilmukesehatan.comDalam pertumbuhan vagina dibentuk oleh duktus Muller kanan dan kiri yang akan berkembang menjadi vagina dibagian atas.

Vagina dibagian bawah dibentuk oleh kloaka yang akan membentuk saluran kemih, lubang vagina, dan lubang anus.

Kegagalan dalam pembentukan dan pertemuan ketiga unsure tersebut dapat menimbulkan beberapa kelainan congenital seperti berikut ini :

1. Septum vagina

Pertemuan kedua duktus Muller gagal menghilangkan penyekat kanan dan kiri sehingga terjadi septum vagina.

Karena rahim juga dibentuk oleh duktus Muller, maka kelainan congenital mungkin berhubungan dengan kelainan dalam rahim. Kelainan ini jarang menimbulkan keluhan.

Bila kelainan hanya terbatas pada vagina, kesulitan baru dijumpai saat persalinan karena memerlukan tindakan operasi.

Pengalaman kami baru mengetahui terdapat septum vagina saat melakukan pertolongan persalinan karena penderita tak mengeluh.

2. Atresia vagina

Kedua duktus Muller gagal berkembang hanya merupakan jaringan ikat yang tebal. Vagina sama sekali tidak terbentuk dan lubang vagina hanya merupakan lekukan yang berasal dari kloaka.

Dalam praktik penulis telah menemukan tiga orang wanita atresia karena gagalnya duktus Muller berkembang dalam pembentukan vagina.

3. Kista dalam liang vagina

Kelainan pertumbuhan dari duktus Muller atau Gartner dapat menimbulkan kista dalam vagina. Kista saluran Gartner terletak dibagian atas vagina.

Keberadaan kista tidak menggangu kehidupan wanita dan tanpa bila keluhan tidak memerlukan pengobatan. Kista vagina sering ditemukan secara kebetulan.

4. Kelainan perineum.

Kegagalan pertemuan antara kloaka dengan duktus Muller dapat menimbulkan keadaan kloaka persisten dengan kelainan pada bayi dalam bentuk tidak mempunyai anus.

Oleh karena itu, pada saat menolong persalinan perlu diperiksa apakah bayi sudah lengkap dengan anus.

Kelainan yang lainnya sudah terlalu jauh untuk pendidikan bidan sehingga bila dijumpai kelainan, konsultasi dan merujuk ke dokter ahli merupakan sikap terpuji, dan berarti mementingkan kesehatan penderita.