Cara Mencegah Resiko Tinggi Pada Kehamilan dan Janin

Loading...

www.ilmukesehatan.comUntuk menegakkan kehamilan dengan resiko tinggi pada ibu dan janin adalah dengan cara:

1. Melakukan anamnesa yang intensif (baik)

2. Melakukan pemeriksaan fisik

3. Melakukan pemeriksaan penunjang seperti:

  • Pemeriksaan laboratorium
  • Pemeriksaan rontgen
  • Pemeriksaan ultrasonografi
  • Pemeriksaan lain yang dianggap perlu

Berdasarkan waktu, keadaan resiko tinggi ditetapkan pada:

  • Menjelang kehamilan
  • Saat hamil muda
  • Saat hamil pertengahan
  • Saat inpartu
  • Setelah persalinan

Melakukan pengawasan antenatal bertujuan untuk dapat menegakkan secara dini dan menjawab pertanyaan:

1. Apakah kehamilan berjalan dengan baik

2. Apakah terjadi kelainan bawaan pada janin

3. Bagaimana fungsi plasenta untuk tumbuh kembang janin

4. Apakah terjadi penyulit pada kehamilan

5. Apakah terdapat penyakit ibu yang membahayakan janin

6. Bila diperlukan terminasi kehamilan:

  • Apakah terminasi dilakukan untuk menyelamatkan ibu
  • Apakah janin dapat hidup diluar kandungan
  • Bagaimana teknik terminasi kehamilan sehingga tidak menambah penyulit ibu atau janin

7. Bagaimana kesanggupan memberikan pertolongan persalinan dengan memperhitungkan

  • Tempat dimana pertolongan itu dilakukan
  • Persiapan alat yang diperlukan untuk tindakan
  • Kemampuan diri sendiri untuk melakukan tindakan

8. Menetapkan sikap yang akan diambil menghadapi kehamilan dengan:

  • Kehamilan dengan resiko rendah dapat ditolong setempat
  • Kehamilan dengan resiko meragukan perlu pengawasan yang intensif
  • Kehamilan dengan resiko tinggi dilakukan dengan rujukan

Keuntungan pengawasan antenatal adalah diketahuinya secara dini keadaan resiko tinggi ibu dan janin, sehingga dapat:

  1. Melakukan pengawasan yang lebih intensif
  2. Memberikan pengobatan sehingga resikonya dapat dikendalikan
  3. Melakukan rujukan untuk mendapatkan tindakan yang adekuat
  4. Segera dilakukan terminasi kehamilan

Definisi kehamilan resiko tinggi dalam kaitan ini adalah keadaan yang dapat mempengaruhi optimalisasi ibu maupun janin pada kehamilan yang dihadapi.