Menghitung Berat Badan Normal

Loading...

https://www.ilmukesehatan.comAda beberapa penyakit yang meningkat prevalensinya pada orang yang menderita obesitas, seperti penyakit-penyakit kardiovaskuler termasuk hypertensi, diabetes mellitus dan beberapa lainnya.

Morbiditas dan mortalitas penyakit-penyakit lainnya meningkat, sedangkan jangka hidup (life span) dilaporkan memendek. Berat badan yang dianggap dikehendaki pada orang dewasa diperkirakan dengan rumus Dubois:

B (kg) = (Tcm-100) + 10%

B = adalah berat badan hasil perkiraan, dinyatakan dalam kilogram

T = tinggi badan yang diukur, dengan satuan centimeter

Mengukur tinggi badan jauh lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan menimbang berat badan, alat yang diperlukan untuk mengukur tinggi badan juga lebih bersahaja.

Rumus ini telah diteliti oleh salah seorang anggota staf pengajar dibagian Ilmu Gizi fakultas kedokteran, Universitas Indonesia pada para Mahasiswa baru, dan terdapat agak lebih tinggi dibandingkan dengan pengukuran secara langsung. Koreksi yang dikemukakan dibawah ini pada rumus diatas, memberikan yang lebih sesuai untuk “Lean Body Weight”.

B (kg) = {(Tcm-100) – 10%} ± 10%

B ialah berat badan hasil perkiraan, dinyatakan dalam kilogram.

T tinggi badan yang diukur, dengan satuan sentimeter.

Sebagai contoh seorang dewasa diukur tinggi badannya, dan terdapat 1,65 meter. Maka berat badannya yang yang dianggap normal, terletak antara 52,7 kg dan 78,7 kg. batas bawah ialah 12,3 kg lebih rendah dari nilai rata-rata (mean value) 65 kg, batas atas ialah 13,65 kg diatas berat rata-rata tersebut.

Bila dinyatakan dalam persen, batas bawah 19% dan batas atas 21%. Jadi seorang dewasa yang berat badannya melebihi 20% dibandingkan dengan berat badan normal (rata-rata), sudah termasuk mengalami obesitas.

Dasar terapi dan prevensi penyakit obesitas adalah memperhatikan keseimbangan antara energy yang dikonsumsi dan energy yang dipergunakan (expenditure).

Jadi konsumsi energy harus dikurangi dan kegiatan otot ditinggikan, agar kelebihan jaringan lemak sebagai bentuk timbunan energy menjadi kurang.

Pengurangan berat badan ini harus dilakukan secara berangsur, jangan terlalu drastis, karena akan memberikan gejala-gejala sampingan yang merugikan.

Sebenarnya terapi obesitas tidaklah mudah seperti dikatakan, karena banyak factor yang berpengaruh, selain keseimbangan antara energy yang dikonsumsi dengan yang diperlukan.

Banyak penderita penyakit obesitas tidak berhasil menurunkan berat badannya, atau kalau berhasil, tidak secara permanen, tetapi dalam waktu relative singkat berat badannya meningkat kembali, bahkan lebih tinggi dari sebelum upaya pengobatan. Upaya terapi penyakit obesitas, sebaiknya dilakukan dibawah petunjuk dan pengawasan seorang dokter ahli.