Waspada Alergi Seafood dapat Sampai Tahap Kematian

Loading...

Waspada Alergi Seafood dapat Sampai Tahap KematianTidak jarang orang yang telah mengkonsumsi makanan laut maka timbul beberpa masalah pada kulitnya seperti kulit berubah merah atau gatal-gatal. Kondisi badan yang memerah dan rasa gatal yang terus menerus merupakan salah satu reaksi pada mereka yang mengalami alergi seafood.

Mungkin saja banyak orang yang menganggap alergi seafood merupakan masalah yang sepele karena biasanya menyebabkan gejala alergi ringan, seperti halnya gatal-gatal atau hidung tersumbat. Bukan hanya itu, alergi seafood juga bisa menimbulkan gejala alergi yang lebih berat, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Apa Saja Gejala Alergi Seafood?

Biasanya gejala yang diakibatkan alergi seafood, yang tergolong ringan terjadi dalam beberapa menit setelah mengonsumsi seafood dan mencakup; gatal-gatal, eksem, bengkak (pada bibir, wajah, lidah, dan leher), bersin, hidung tersumbat, kesulitan bernapas, pusing, sakit kepala, hilang kesadaran, dan kesemutan di mulut.

Sedangkan untuk gejala alergi berat (anafilaksis) mencakup leher bengkak atau timbulnya benjolan di leher yang menyebabkan kesulitan bernapas, kejang yang disertai penurunan tekanan darah, jantung berdebar, pusing, sakit kepala, dan hilang kesadaran. Reaksi anafilaksis merupakan kondisi medis yang membutuhkan injeksi epinefrin (adrenalin).

Apa itu injeksi epinefrin? Injeksi epinefrin digunakan sebagai penanganan darurat untuk reaksi alergi berat (termasuk anafilaksis) yang disebabkan oleh gigitan serangga, obat-obatan, makanan, atau yang lainnya. Injeksi ini bisa didapatkan hanya dengan menggunakan resep dokter.

Anda mungkin pernah mencoba untuk makan seafood dalam porsi yang sedikit, dan merasa bahwa tubuh Anda baik-baik saja tanpa ada reaksi alergi yang timbul. Namun bagi beberapa orang, mengonsumsi sedikit seafood saja bisa berakibat serius, karena tingkat respon seseorang terhadap seafood (alergen) berbeda-beda.

Bagaimana Alergi Seafood Bisa Terjadi?

Semua jenis alergi makanan, termasuk alergi seafood, disebabkan oleh masalah pada sistem kekebalan tubuh. Ketika Anda pertama kali makan jenis seafood tertentu, katakanlah udang, sistem kekebalan tubuh mendeteksi protein yang terkandung dalam udang sebagai zat yang berbahaya.

Hal ini memicu produksi antibodi. Dan kali berikutnya Anda mengonsumsi udang, antibodi inilah yang memberi sinyal ke sistem kekebalan tubuh untuk melepaskan histamin yang pada akhirnya menyebabkan gejala-gejala alergi. Histamin ikut andil dalam terjadinya reaksi-reaksi alergi, seperti; hidung meler, gatal-gatal pada mata, tenggorokan kering, mual-mual, diare, dan kesulitan bernapas.

Ketika keluarga Anda memiliki riwayat alergi maka kemungkinan besar resiko untuk mengalami alergi seafood dapat meningkat. Alergi seafood banyak dialami oleh orang dewasa khususnya wanita, meskipun orang dari semua rentang usia juga bisa terkena. Sedangkan pada anak-anak, lebih sering dialami anak laki-laki. Seseorang yang menderita asma juga memiliki resiko mengalami reaksi anafilaksis. Hal ini juga dirasa oleh penderita alergi walau mengonsumsi makanan apapun yang mengandung sedikit seafood.

Sebaik cara yang kami berikan untuk mengambil langkah dalam pencegahan alergi seafood adalah dengan menghindari makanan maupun segala produk yang mengandung jenis seafood tertentu (seperti; udang, kepiting, lobster, dan kerang) yang dapat memicu reaksi alergi.